APAKABAR NEWS – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan hingga Februari 2022 mendatang.
cuaca ekstrem masih terus terjadi di wilayah Kalimantan Tengah mengingat akhir tahun ini telah memasuki musim hujan.
Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya Rahmat Alfandy selasa 23 November 2021 menyampaikan dinamika atmosfir lokal dan global saat ini berdampak terhadap kondisi intensitas hujan di Daerah Kalimantan Tengah,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akhir tahun intensitas dan sifat hujan yang diprediksi BMKG terjadi perubahan pada dua dasarrian curah hujan di Kalteng berkisar 200-450 milimeter dengan kategori menengah dan tinggi.
Untuk itu, masyarakat harus terus meupdate prakiraan cuaca khusus yang menjadi daerah rawan terkena bencana.
”Daerah dengan curah hujan tinggi 450 mm seperti barito utara, Palangka Raya 330 mm,sementara itu curah hujan sedang terdapat di Kabupaten Barto Timur,Barito Selatan ,Kotawaringin Barat,Kota Waringin Timur dengan kisaran 200 mm.” jelas Rahmat Alfandy
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi menambahkan untuk mengatasi dampak kebencanaan yang terjadi BPBD Kota Palangka Raya tetap melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk antisipasi banjir dimasa mendatang khususnya banjir dan karhutla.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Halaman : 1 2 Selanjutnya








