Kasus Bansos, Sekertariat Komisi Agama Senayan Dipanggil KPK

  • Whatsapp
Gedung KPK Jakarta. /Instagram.com/@mamanuy08.

APAKABAR NEWS – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran uang terkait kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang menjerat Menteri Sosial (Mensos) nonaktif Juliari P Batubara dan empat tersangka lainnya.

Dalam penelusuran aliran uang suap ini, Plt Jubir Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, penyidik akan memanggil Kepala Bagian Sekertariat Komisi VIII (komisi agama) DPR RI, Sigit Bawono Prasetyo, Direktur Utama Hamonangan Sude, Rangga Derana Niode dan Staff Ahli Kemensos RI, Restu Hapsari sebagai saksi untuk tersangka Adi Wahyono.

Read More

“Ketiga orang ini dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AW (Adi Wahyono ),” kata Ali dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa 26 Januari 2021.

Tidak hanya ketiga orang tadi, untuk mendalami aliran uang dalam proyek pengadaan bansos Covid-19, KPK juga akan memeriksa, Direktur Operasional PT. Pertani, Lalan Sukmaya dan Direktur Bumi Pangan Digdaya, Achmad Gamaludin Moeksin sebagai saksi untuk tersangka JPB.

Diketahui, KPK telah menetapkan Menteri Sosial JBP bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian I.M dan Harry Sidabuke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. 

Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5.9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. 

Related posts