APAKABAR NEWS – Kordinator LAKSI (Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia) Azmi Hidzaqi mengatakan bahwa Ketua KPK Firli Bahuri merupakan sosok yang tepat dan layak untuk dicalonkan menjadi Presiden RI.
Indonesia butuh komitmen yang kuat dan rekam jejak calon pemimipin bangsa yang terkait agenda pemberantasan korupsi ini.
“Firli Bahuri layak untuk di pertimbangkan sebagai capres alternatif pilihan dari masayarakat dan layak untuk di pertimbangkan maju sebagai Capres,” kata Azmi Hidzaqi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lewat keterangan tertulis yang diterima media ini pada Kamis, 28 April 2021, Azmi Hidzaqi menyampaikan sejumlah alasannya.
Pertama, dari aspek elektabilitas, dan populeritas sosok Firli Bahuri merupakan tokoh yang dianggap bersih dan mampu untuk memberantas korupsi.
“Beliau juga dikenal sebagai tokoh antikorupsi yang konsisten antara ucapan dan tindakan,” kata Azmi Hidzaqi.
Perlu di ketahui bahwa Firli Bahuri menempati peringkat pertama sebagai tokoh yang bersih dan paling mampu memberantas korupsi.
Kedua, Firli Bahuri dinilai oleh publik sebagai figur terdepan yang paling mempunyai kompetensi dan paling berani dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Sehingga tidak salah kalau beliau juga patut di perhitungkan sebagai capres alternatif 2024”.
Ketiga, Firli Bahuri merupakan tokoh yang tepat untuk memimpin bangsa Indonesia di masa yang akan datang, karena beliau berani dan tegas memberantas korupsi.
Ketua KPK Firli Bahuri merupakan tokoh antikorupsi yang berhasil membawa KPK menjadi lembaga anti korupsi yang cukup di takuti dan disegani.
Baca Juga:
“Sudah selayaknya kami sebagai elemen dari masyarakat menyuarakan aspirasi ini,” kata Azmi Hidzaqi.
Pihak Azmi merasa yakin jika beliau menjadi Presiden maka “praktik korupsi dipastikan akan cepat berkurang.
Sehingga pelayanan publik, yang biasanya menghabiskan anggaran negara akan dapat segera diatasi.
Integritas dan komitmen antikorupsi dari calon Presiden 2024 akan menjadi salah satu pertimbangan pemilih dalam memutuskan pilihan politiknya.
“Itu artinya, capres yang bersih dari korupsi dan berani memberantas korupsi punya kans dan peluang yang lebih besar memenangkan hati jutaan masyarakat Indonesia,” katanya.***









