Makna Politik di Balik Pernyataan La Nyalla Soal Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

- Pewarta

Jumat, 25 November 2022 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD-RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Instagram.com/@lanyallamm1)

Ketua DPD-RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Instagram.com/@lanyallamm1)

APAKABARNEWS.COM – Pernyataan La Nyalla, Ketua DPD RI, membuat banyak pihak tidak nyaman.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Dalam pidato di Musyawarah Nasional HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), La Nyalla membuat pernyataan Indonesia harus kembali ke UUD 1945 asli.

Pernyataan ini dilanjutkan dengan kalimat yang membuat banyak pihak tersentak.

Terkait usulan perpanjangan masa jabatan presiden, seakan-akan sebagai ‘hadiah’ atas dekrit kembali ke UUD 1945 asli.

Apa La Nyalla ‘masuk angin’? Begitu pertanyaan publik. Atau pernyataan publik?

La Nyalla memang mempunyai kedudukan tinggi dan terhormat di Republik ini, sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Tetapi, jabatan tinggi ini tidak ada pengaruh politik. DPD bukan pembuat undang-undang (UU), tidak ikut mengesahkan UU.

Paling banter cuma diminta pendapatnya saja, mungkin juga hanya sebagai formalitas.

DPD hanya diminta menampung aspirasi daerah, untuk disalurkan ke DPR atau MPR.

Maka itu, secara politik, La Nyalla hampir sama dengan rakyat biasa. Bedanya, La Nyalla bisa komunikasi dengan semua lembaga negara. Cuma itu saja kelebihannya.

Maka itu, pernyataan La Nyalla mengenai perpanjangan masa jabatan presiden, secara politik, tidak ada artinya, nihil: zero.

Lain halnya kalau yang menyuarakan perpanjangan masa jabatan presiden adalah ketua partai politik.

Mereka ini penentu keputusan politik di parlemen. Mereka bisa mengubah UU, mereka bisa minta diadakan sidang MPR, dan bisa mengubah konstitusi.

Mungkin saja pernyataan La Nyalla karena frustrasi melihat elit politik saat ini yang hanya mementingkan kelompoknya saja.

Frustrasi melihat bangsa ini dikuasai oligarki dalam menentukan presiden dan wakil presiden, hingga kepala daerah.

Frustrasi melihat Mahkamah Konstitusi (MK) cenderung menjadi alat kekuasaan, frustrasi melihat gugatan Presidential Threshold 20 persen dikandaskan MK.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Begitu frustrasinya sampai keluar kalimat mau perpanjang masa jabatan presiden silakan saja.

Apakah pernyataan ini sebagai jebakan kepada Jokowi, karena saking frustrasi dan jengkelnya?

Karena, kalau itu sampai diikuti, La Nyalla tahu rakyat pasti marah, bisa memicu perlawanan rakyat di jalanan?

Apakah seperti itu? Hanya La Nyalla yang tahu.

Oleh: Anthony Budiawan, Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies). ***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Kaesang Pangarep Ungkap Alasan Pertemuan Presiden dengan Raja Juli Antoni Tak Mungkin Bahas Masalah Politik
Beredar Kabar Program Makan Siang Gratis Baru Terlaksana 2029, Pihak Prabowo – Gibran Beri Klarifikasi
Prabowo Subianto Pidato Usai Unggul dalam Berbagai Quick Count: Tak Boleh Sombong, Tak Boleh Jumawa
Wawancara di Podcast Deddy Corbuzier, Prabowo Subianto: Indonesia Bisa Mandiri dan Ramah Lingkungan
Prabowo Subianto Ceritakan Pengalaman Kampanye 2024 Lewat Tulisan di Media Prancis Atlantico
TKN Pertimbangkan Lapor ke Pihak Polisi Soal Fitnah Tudingan Korupsi Pembelian Pesawat Mirage
Jadi Presiden atau Tidak, Prabowo Subianto akan Buat Sekolah Unggulan di Langowan, Minahasa, Sulut
Capres Prabowo Subianto Dorong Kaum Perempuan Lebih Banyak Dapatkan Kesetaraan di Bidang Pendidikan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:03 WIB

Total 13 Pemimpin Negara Sudah Ucapkan Selamat ke Prabowo Subianto Atas Keunggulan di Pilpres 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:28 WIB

Berdasarkan Poster Viral, Ini Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka

Senin, 19 Februari 2024 - 16:25 WIB

Begini Respons Presiden Jokowi Soal Kesiapan PDI Perjuangan Jadi Oposisi yang Berada di Luar Pemerintahan

Minggu, 18 Februari 2024 - 19:14 WIB

Dubes Dominic Jermey Beri Selamat ke Prabowo Subianto dari Perdaña Menteri Inggris Usai Ungguli Pilpres

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:40 WIB

PM Australia Ungkap Selamat dan Hormat kepada Prabowo Subiianto, Usai Ungguli Hasil Quick Count

Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:21 WIB

Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:57 WIB

Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Unggul Sementara Versi Real Count KPU di Pilpres 2024

Rabu, 14 Februari 2024 - 12:39 WIB

Mengapa Saya Mencalonkan Diri Sebagai Presiden Republik Indonesia

Berita Terbaru