Mengapa Pasar Solar Gelap Merajalela? Salah Satunya Karena Disparitas Harga Solar

- Pewarta

Selasa, 18 April 2023 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pengisian BBM. (Pixabay.com/JirkaF)

Ilustrasi Pengisian BBM. (Pixabay.com/JirkaF)

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

APAKABARNEWS.COM – Mereka bisa meraup untung puluhan triliun dari penjualan solar kencingan

Konon harga solar dipasar gelap kata sebuah informasi yang dapat dipercaya sekitar Rp. 13.000 per liter.

Jadi selisihnya dengan solar subsidi resmi yang dijual pertamina mencapai Rp. 6.150 setiap liternya.

Bayangkan jika separuh dari solar subsidi tersebut diselewengkan maka jumlahnya dapat mencapai 9 juta kilo liter atau 9 miliar liter.

Jika setiap liter dapat untung Rp. 6.150 maka keuntungan yang mampu diraup pedagang solar gelap mencapai Rp. 55 triliun.

Sejatinya solar gelap itu adalah solar curian. Sumber solar gelap semacam ini pasti dicuri dari sumber resmi yang merupakan jalur distribusi solar subsidi.

Solar gelap tidak mungkin merupakan barang seludupan dari luar negeri dikarenakan diluar negeri harga solar lebih mahal.

Dengan demikian maka sesungguhnya solar gelap tersebut adalah solar milik negara yang seharusmya digunakan buat masayarakat miskin.

Juga untuk angkutan transportasi logistik, keberadaan solar subsidi katanya untuk menekan inflasi dan menjamin harga solar terjangkau oleh masyarakat.

Tapi masalahya adalah harga solar subsidi dengan solar komersial terpaut sangat jauh.

Harga solar subsidi Rp. 6.850 per liter, sedangkan harga solar komersial mencapai Rp. 17.000 per liter.

Ini disparitas harga nya terlalu lebar. Inilah yang merangsang semua orang dalam rantai supply solar melakukan pencurian.

Bayangkan jika 10 persen saja solar subsidi ini dicuri maka jumlahnya mencapai 1,8 miliar liter.

Dengan harga solar black market sebesar Rp.. 13.000 per liter maka artimya maling solar bisa mendapatkan untung Rp. 11 triliun. Itu keuntungan minimal.

Jadi selisih harga yang terpaut sangat jauh inilah yang menimbulkan moral hazard pihak pihak yang ada dalam rantai distribusi solar subsidi.

Sementara pengawasan sangat lemah. Kasus kasus solar gelap tidak banyak yang dapat diungkap.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Mereka berada dalam jaringan yang sangat rapi. Kok bisa ya kejahatan begitu rapi?.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Berikut Ini Penjelasan Resmi Pihak Bank Indonesia Terkait Soal Uang Pecahan 1.0 yang Viral di Medsos
BI Ungkap Alasan Posisi Cadangan Devisa Turun, Termasuk Ketidakpastian Pasar Keuangan Global
CSA Index: Analisis Terkini tentang Volatilitas Pasar dan Dampaknya Terhadap Kinerja IHSG
Kontribusi Signifikan: LSP PM dan BNSP Dorong Kepercayaan Investor
Satgas Pangan Polri Sebut Telah Terjadi Peningkatan Permintaan Beberapa Komoditi pada Bulan Ramadhan
Bapanas Beri Tanggapan Soal Kenaikan Harga Beras Justru Memukul Petani Sebagai Pihak Produsen
Pemerintah Berharap Inflasi Volatile Food Turun hingga di Bawah 5 Persen, Inflasi Februari 2024 Terkendali
Gelar Pertemuan dengan Sekjen OECD, Mathias Cormann, Hal Ini yang Dibahas oleh Menkeu Sri Mulyani
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 8 April 2024 - 11:23 WIB

Berikut Ini Penjelasan Resmi Pihak Bank Indonesia Terkait Soal Uang Pecahan 1.0 yang Viral di Medsos

Selasa, 2 April 2024 - 00:04 WIB

CSA Index: Analisis Terkini tentang Volatilitas Pasar dan Dampaknya Terhadap Kinerja IHSG

Minggu, 17 Maret 2024 - 02:14 WIB

Kontribusi Signifikan: LSP PM dan BNSP Dorong Kepercayaan Investor

Jumat, 15 Maret 2024 - 15:48 WIB

Satgas Pangan Polri Sebut Telah Terjadi Peningkatan Permintaan Beberapa Komoditi pada Bulan Ramadhan

Rabu, 6 Maret 2024 - 09:52 WIB

Bapanas Beri Tanggapan Soal Kenaikan Harga Beras Justru Memukul Petani Sebagai Pihak Produsen

Selasa, 5 Maret 2024 - 11:35 WIB

Pemerintah Berharap Inflasi Volatile Food Turun hingga di Bawah 5 Persen, Inflasi Februari 2024 Terkendali

Senin, 4 Maret 2024 - 10:54 WIB

Gelar Pertemuan dengan Sekjen OECD, Mathias Cormann, Hal Ini yang Dibahas oleh Menkeu Sri Mulyani

Jumat, 1 Maret 2024 - 17:32 WIB

CSA Index Maret 2024: Tren Positif IHSG, Pelaku Pasar Penuh Keyakinan

Berita Terbaru