Meresahkan Masyarakat, Kemenkes Didesak Segera Tangani Kasus Gagal Ginjal Akut

- Pewarta

Selasa, 25 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkes Didesak Segera Tangani Kasus Gagal Ginjal Akut. (Pexels.com/cottonbro)

Kemenkes Didesak Segera Tangani Kasus Gagal Ginjal Akut. (Pexels.com/cottonbro)

APAKABARNEWS.COM – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendesak Kementerian Kesehatan segera menangani kasus gagal ginjal akut yang secara tiba-tiba muncul di tengah masyarakat.

Kasus ini gtelah meresahkan masyarakat. Apalagi, diberitakan sudah ada 241 orang anak yang terpapar. Dan dari sejumlah itu, 131 orang anak dinyatakan tidak selamat.

“Ini bukan hanya korban sakit. Tetapi ini korban jiwa. Sangat beralasan jika masyarakat resah. Muncul kegelisahan di mana-mana,” ujar Saleh dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Senin 24 Oktober 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi sekaligus Ketua Fraksi PAN ini menilai, pemerintah belum bekerja maksimal menangani gagal ginjal akut.

“Menurut pantauan kami, pemerintah belum bekerja maksimal. Masih saling tunggu. Antara Kemenkes dan BPOM belum bersinergi. Malah cenderung ada kesan saling menyalahkan,” ujar Saleh.

Dalam konteks itu, Saleh mendesak dilakukan beberapa langkah. Pertama, kemenkes diminta segera mencari obat gagal ginjal akut ini.

Obat tersebut harus segera diberikan kepada para pasien yang terpapar. Tidak boleh berlama-lama, karena dikhawatirkan korban akan semakin banyak.

Selanjutnya, BPOM segera mengumumkan hasil pemeriksaannya terhadap kandungan obat syrup yang diduga sebagai penyebab. BPOM dinilai kurang tekun dalam melaksanakan pengawasan dan pengujian.

Kalau sudah kejadian seperti ini baru sibuk dan terkesan kalang kabut.

“Ketiga, mendesak Kemenkes dan BPOM agar obat-obatan yang disita untuk tidak dimusnahkan terburu-buru. Harus ada kejelasan dan klarifikasi terkait statusnya.”

“Ini diperlukan agar produsen obat-obatan itu tidak dirugikan. Karena isu yang berkembang saat ini belum tentu menguntungkan mereka. Sementara, obat mereka belum tentu juga salah,” sambungnya.

Selanjutnya, Saleh meminta kepolisian RI bersama BPOM dan Kemenkes segera melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

Kalau terbukti ada kesalahan dan unsur kesengajaan, maka harus segera ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sementara itu, dirinya juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan yang ada memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien yang terpapar.

“Harus ada upaya sungguh-sungguh agar mereka bisa sembuh dan sehat kembali,” tutupnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Tingkatkan Branding Lewat SMM Panel Indonesia
Tips Merencanakan Pembangunan Rumah dan Memilih Kontraktor yang Tepat
Jasa Desain Interior Rumah Berpengalaman, Investasi untuk Hunian yang Nyaman
Solusi Membasmi Hama Rayap Rumah di Kota Surabaya
Rahasia Sepatu Tetap Mengilap dan Awet, Shine & Go Rahasianya
Di Tengah Cuaca Tak Menentu, Bidan Jadi Penjaga Harapan Keluarga
Main Makin Seru! Ini Tips Top-Up Free Fire Bijak dan Anti Rugi
Street Jersey Indonesia: Solusi Pembuatan Jersey Custom Sesuai Keinginan di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:24 WIB

Tingkatkan Branding Lewat SMM Panel Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:32 WIB

Tips Merencanakan Pembangunan Rumah dan Memilih Kontraktor yang Tepat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:01 WIB

Jasa Desain Interior Rumah Berpengalaman, Investasi untuk Hunian yang Nyaman

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:51 WIB

Solusi Membasmi Hama Rayap Rumah di Kota Surabaya

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Rahasia Sepatu Tetap Mengilap dan Awet, Shine & Go Rahasianya

Berita Terbaru