APAKABARNEWS.COM -Rakyat miskin tercatat berjumlah 26,16 juta jiwa berdasarkan data BPS Pada Maret 2022 atau 9,5 persen populasi.
Mereka tersebar dalam 5,51 juta keluarga, dimana 1 keluarga miskin memiliki 4,74 anggota rumah tangga.
Berdasarkan data BPS, Orang miskin di Indonesia adalah individu yang berpenghasilan Rp505 ribu per bulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan konsumsi makanan Rp375 ribu/bulan (74 persen) dan non makanan Rp131 ribu/bulan (26 persen).
Jelas, program migrasi ke TV Digital tidak akan diikuti oleh 26,16 juta jiwa penduduk Indonesia tersebut.
Karena mereka tidak mampu menikmati siaran tv lagi karena mereka tidak mampu membeli setup box yang senilai Rp250 ribu satu alat untuk menikmati siaran tv digital.
Tv analog kepunyaan mereka pun tidak akan berguna dan akhirnya mereka akan semakin miskin karena jauh dari informasi dan berita.
Baca Juga:
Cara Membuat Brand Anda Disebut ChatGPT: Panduan Praktis untuk Bisnis Indonesia
5 Tanda Agency Digital Anda Sudah Siap Menghadapi Era Pencarian AI
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
Kemampuan belanja non makanan mereka itu hanya Rp131 ribu, oleh karena itu dalam program ASO, mereka adalah kelompok yang paling dirugikan.
Pastinya ada perasaan tersisih dalam hati mereka, salah apa mereka memiliki kepemimpinan yang tidak peduli dengan nasib mereka itu.
Duh, kebijakan publik seperti ini kok bisa diloloskan DPR RI ya.
Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute. ***
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.








