Dia bersama tersangka lain membobol area proyek dan mencuri 111 ton besi besi dari kurun waktu bulan Juli hingga Oktober 2021.
“Dia mengkoordinasikan dengan pelaku lain.”
“Yang jelas dia tahu akses lokasi, barang disimpan di mana. Dia tahu posisi barang (besi) otomatis dia bantu angkat juga,” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Zen menjelaskan, keuntungan dari penjualan besi proyek kereta cepat yang dijual ke penadah itu dibagi rata oleh para pelaku berjumlah 11 orang.
SU mendapat bagian dari pelaku berinisial AR.
Namun belum diketahui pasti apakah jatah yang diterima SU sama dengan pelaku lain.
Dia mengatakan, hingga kini penyidik Unit Reskrim Polsek Makasar masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (*)
Baca Juga:
Perkuat Sistem Manajemen melalui Pelatihan Audit Internal ISO dengan Levner
RF ONLINE NEXT HADIRKAN ACARA KOMUNITAS KHUSUS UNTUK PEMAIN INDONESIA DI JAKARTA
Jin Jiang Hotels dan Trip.com Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Garap Pasar ASEAN
Halaman : 1 2







