Semasa hidupnya, kata Tutut, ayahnya kerap berpesan, agar pandai-pandailah bersyukur.
Tutut dan semua keluarganya dididik dalam spirit keagamaan dan tidak semata dibesarkan untuk bisa menikmati gemerlapnya kehidupan.
“Kami ditempa dan diajarkan bagaimana mencintai perjuangan terhadap bangsa untuk mewujudkan cita-cita adil makmur berdasarkan Pancasila,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini Bapak Pembangunan Indonesia ini sudah meninggalkan kita. Namun 999 masjid yang didirikannya masih berdiri kokoh.
Salah satunya adalah Masjid Agung At-Tin berdiri megah, yang mengabadikan nama Raden Ayu Siti Hartinah, istrinya.
Disamping itu, spirit keagamaan HM. Soeharto, menurut mbak Tutut, patut menjadi panutan. Salah satu pesannya adalah kewajiban moral manusia mencapai harmoni (keselarasan).
“Seseorang bisa mencapai ‘kawruh bejo’ harus melalui beberapa tahap diantaranya yang terpenting ialah ‘mulat saliro,’ artinya mawas diri, tahu jati diri pribadi,” ungkap Tutut mengutip pesan ayahnya.








