Perpecahan di Aparatur Negara Myanmar, Militer Terpecah

- Pewarta

Sabtu, 27 Januari 2024 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi di wilayah Myanmar terus menerus memanas

Situasi di wilayah Myanmar terus menerus memanas

APAKABARNEWS.COM – Situasi di Myanmar semakin panas dengan munculnya perpecahan di kalangan aparatur negara.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Kolonel Saw Chit Thu, Komandan Pasukan Perbatasan wilayah Kayin, mengumumkan bahwa Pasukan Penjaga Perbatasan (BGF) yang berafiliasi dengan junta tidak akan lagi bertanggung jawab kepada militer.

Keputusan tersebut menandai perlawanan BGF dalam bentuk netralitas terhadap pemerintahan junta yang kontroversial.

“Sudah 30 tahun masyarakat Karen saling berperang dan membunuh.

Jika kami terus menerima dukungan dari junta, kami harus terus menjalankan tugas tentara di bawah bimbingannya,” ungkapnya kepada Radio Free Asia (RFA), Jumat (26/1/2024).

Myanmar telah dalam keadaan perang saudara sejak kudeta junta militer pada Februari 2021.

Resisten publik dan aksi demonstrasi besar-besaran telah menandai penentangan terhadap rezim junta.

Terbaru, Komandan Pasukan Perbatasan Kayin memutuskan untuk menarik dukungan sekitar 300 tentara BGF dari pangkalan militer bersama pasukan junta di perbatasan dengan Thailand.

Analisis politik menyebut pembelotan ini sebagai revolusi damai melawan junta yang telah mengalami kekalahan di beberapa front.

Meski demikian, ada pertanyaan seputar niat sejati BGF dan sejauh mana netralitasnya dapat dipertahankan.

Dalam perkembangan lain, kekalahan militer Myanmar semakin mencuat.

Blogger terkemuka menyebut Min Aung Hlaing “tidak kompeten,” dan kekalahan di Negara Bagian Shan Utara oleh pemberontak dari Aliansi Persaudaraan menunjukkan kerugian besar.

Pemberontak merebut wilayah dan menunjukkan tanda-tanda kelemahan militer dalam video yang viral.

Kejatuhan moral di militer tampak jelas dengan kebijakan yang lebih represif dan upaya keras untuk mempertahankan kendali.

Peningkatan jumlah pengungsi ke negara tetangga dan penyerahan diri pendukung junta menunjukkan tekanan yang semakin besar pada pemerintahan militer.

Peristiwa ini mencerminkan ketidakpastian di Myanmar, dan masalah ini terus menjadi sorotan dunia internasional.

Penurunan moral di militer, kekalahan di medan perang, dan tekanan internasional semakin memperumit dinamika politik di negeri itu.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

KJRI Hongkong Berikan Dukungan Penuh pada Program Sertifikasi Profesi BNSP
Akan ke Tiongkok, Ini yang akan Dibicarakan Presiden Komisi Eropa Urs dan Presiden Prancis
Selamat Terpilih Kembali Kaisar Xi, Xi Jinping Naik Tahta untuk Periode yang Ketiga Kalinya
Peluncuran Rudal Korut Diakui Presiden Kim Jong Un Sebagai Uji Coba Senjata Nuklir
Nancy Pelosi dan Potensi Perang Geopolitik-Ekonomi-Militer China Vs Taiwan
Kerja Sama di Bidang Kemiliteran Mulai Dibahas oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan
Peninggalan Sastrawan Skotlandia di Masa Lampau Bisa Dilihat di Museum Cerita Rakyat Ini
Punya Jasa yang Besar, Megawati Soekarnoputri Dianugerahi Bintang Jasa Negara dari Rusia
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:03 WIB

Total 13 Pemimpin Negara Sudah Ucapkan Selamat ke Prabowo Subianto Atas Keunggulan di Pilpres 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:28 WIB

Berdasarkan Poster Viral, Ini Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka

Senin, 19 Februari 2024 - 16:25 WIB

Begini Respons Presiden Jokowi Soal Kesiapan PDI Perjuangan Jadi Oposisi yang Berada di Luar Pemerintahan

Minggu, 18 Februari 2024 - 19:14 WIB

Dubes Dominic Jermey Beri Selamat ke Prabowo Subianto dari Perdaña Menteri Inggris Usai Ungguli Pilpres

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:40 WIB

PM Australia Ungkap Selamat dan Hormat kepada Prabowo Subiianto, Usai Ungguli Hasil Quick Count

Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:21 WIB

Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:57 WIB

Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Unggul Sementara Versi Real Count KPU di Pilpres 2024

Rabu, 14 Februari 2024 - 12:39 WIB

Mengapa Saya Mencalonkan Diri Sebagai Presiden Republik Indonesia

Berita Terbaru