Home / Politik

Selasa, 29 Desember 2020 - 14:52 WIB

Polri Ungkap Teroris JI Kucurkan Ratusan Juta untuk Kirim Generasi Muda ke Suriah

Ilustrasi Teroris. /Pixabaya.com/TheDigitalWay.

Ilustrasi Teroris. /Pixabaya.com/TheDigitalWay.

APAKABAR NEWS – DENSUS 88 anti teror Polri membeberkan fakta baru terkait kebutuhan anggaran jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) untuk melatih teroris generasi muda guna diberangkatkan ke Suriah.

Tak tanggung-tanggung, JI membutuhkan sekitar Rp300 juta untuk keberangkatan 10-12 orang ke Suriah. 

Baca Juga:  Soal Temuan Uang di Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Sedang Telusuri Asalnya

Hal itu diungkapkan narapidana teroris Joko Priyono alias Karso saat dimintai keterangannya oleh penyidik.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, menyebut salah satu pendanaan yang didapat jaringan JI berasal dari infaq. 

Baca Juga:  Menko Mahfud Mengaku Sudah Merasa Persepsi Korupsi di Tahun 2020 itu akan Turun

“Yang kedua pendanaan ada dari anggotanya. Anggotanya yang aktif sekitar 6 ribu orang,” tutur Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Senin 28 Desember 2020.

Baca Juga:  Nekat Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Polda Metro Jaya akan Langsung Pidanakan

Jika diumpamakan, lanjut Argo, satu orang menyumbang serratus ribu maka dikali enam ribu anggota sudah mencapai 600 juta.

“Tetapi banyak juga yang mengirim tidak seratus ribu, ada yang 10 hingga 25 juta, bervariasi,” ujar Argo. 

Share :

Baca Juga

Politik

Diduga Lakukan Korupsi, Polda Metro Jaya Panggil Petinggi Telkomsel dan Telkom

Politik

Super Lengkap, Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Soal Tewasnya 6 anggota FPI

Politik

KPK Geledah 2 Perusahaan Pengadaan Bansos Kemensos, Terkait Eks Mensos

Politik

Ini Cara KPK Dalami Aliran Uang untuk Edhy Prabowo dari Eksportir Benih Lobster

Politik

Polda Metro Jaya Ancam akan Tindak Tegas Penghadangan di Petamburan

Politik

Polisi Ringkus Penyebar Hoax Asuransi, Seperti Ini Modus Kejahatannya

Politik

Polda Metro Jaya Serukan Lima Tersangka Diminta Ikuti Jejak Habib Rizieq Shihab

Politik

Hallo Profesor Budi Susanto Purwokartiko, Menjadi Profesor Radikal Itu Berat, Biar Saya Saja