Home / Politik

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 13:29 WIB

Seharusnya DPR berterimakasih Kepada Rakyat karena Telah Mengambil Alih Tugasnya

Mantan Irjen Pol Ferdy Sambo bersama istrinya yang akrab disapa Putri. (Instagram.com@Divisiprovampolri)

Mantan Irjen Pol Ferdy Sambo bersama istrinya yang akrab disapa Putri. (Instagram.com@Divisiprovampolri)

APAKABAR NEWS – Pasca ditetapkankannya Putri Candrawati istri eks Kadiv Propam Ferdy Sambo sebagai Tersangka atas tewas nya ajudannya Brigadir Joshua Hutabarat oleh TimSus Mabes Polri publik pun banyak memberikan apresiasi atas kerja pihak Kepolisian.

Progres yang telah dilakukan TimSus kasus ini memang layak untuk kita apresiasi.

Langkah Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto yang memimpim timsus sangat tepat meskipun di awal terkesan lambat sehingga publik sempat menduga TimSus bentukan Kapolri ini masuk angin.

Tapi ada yang janggal dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI dari partai NasDem Ahmad Sahroni yang meminta publik menyudahi perdebatan di publik terkait kasus Ferdy Sambo karena menurutnya melelahkan.

Baca Juga:  Komunis dan PKI Bukan Semata Urusan Hukum, tapi juga Ekonomi, Politik, dan Agama

Dia lebih meminta publik menyerahkan perkembangan kasus ini kepada pihak Kepolisian saja.

Statement Sahroni ini bukan saja janggal tetapi aneh. Sebagai wakil rakyat statement dia sama sekali tidak mencerminkan suara rakyat sama sekali.

Bagaimana kalau kita flashback awal muncul nya kasus ini dimana Ketika itu keterangan keterangan yang disampaikan pihak kepolisian adalah keterangan yang janggal.

Dan kemudian belakangan baru diketahui bahwa semua yang disampaikan di awal itu adalah kebohongan yang sudah direncanakan oleh FS dan para anak buahnya.

Baca Juga:  Viral Bupati Alor Sindir Menteri Risma, DPR Sebut Langgar Etika dan Minta Ketegasan Mendagri

Mengapa kebohongan kepolisian itu bisa terbongkar, jawabannya adalah karena adanya tekanan dari publik yang luar biasa terhadap kasus ini.

Netizen tampil begitu luar biasa mempertanyakan informasi yang disampaikan pihak kepolisian disaat lembaga lembaga yang dibiayai oleh pajak rakyat.

Seperti Komnasham, kompolnas, Komnas Perempuan lebih berpihak kepada narasi yang disampaikan pihak kepolisian.

Dan saat itu DPR terlebih komisi 3 diam tak bersuara. Komisi yang semestinya menjadi representasi masyarakat sebagai pengawas kepolisian ini justru tidak berbuat apapun dengan alasan sedang reses.

Bukankah kemajuan teknologi yang ada sekarang harusnya tidak menjadi penghalang wakil rakyat ini untuk bersuara lantang memperjuangkan nasib rakyat jelata.

Baca Juga:  Elektabilitas Prabowo Terus Meningkat, Diikuti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Harusnya Sahroni sebagai wakil rakyat itu malu mengeluarkan statement seperti itu. Sebagai wakil rakyat dia sama sekali tidak berbuat apa pun untuk memperjuangkan nasib rakyat dalam peristiwa itu.

Dan ketika rakyat berhasil merubah keadaan dengan perjuangan mereka sendiri tiba tiba Crazy Rich ini berteriak agar masyarakat menyudahi membahas kasus ini di Medsos.

Bukannya berterimakasih kepada rakyat karena telah mengambil alih tugasnya. Sungguh Memalukan.

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pengamat Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Share :

Baca Juga

Politik

Merugikan Konsumen Hingga Rp17 M, Owner Grabtoko Akhirnya Jadi Tersangka

Politik

Polda Metro Jaya Gelar Perkara Kasus Kerumunan Acara Habib Rizieq Shihab

Politik

Pengacara Paslon Bupati Yalimo Resmi Daftarkan Surat Permohonan ke Mahkamah Konstitusi RI

Politik

Polisi Sampaikan Argumentasi Soal Penembakkan Gas Air Mata ke Pendemo di DPR

Politik

Polda Metro Jaya Terus Pantau Kondisi Kesehatan dan Makanan Rizieq Shihab

Politik

Raker dengan Menkes, Politisi PDIP Ribka Tjiptaning Nyatakan Menolak Divaksin Covid-19

Politik

Polri Pastikan Bakal Tindak Tegas Pelanggar Maklumat Kapolri Terkait FPI

Politik

Penyidik Jampidsus Kejagung Periksa 8 Saksi Terkait Dugaan Korupsi BPJS