Seharusnya DPR berterimakasih Kepada Rakyat karena Telah Mengambil Alih Tugasnya

- Pewarta

Sabtu, 20 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Irjen Pol Ferdy Sambo bersama istrinya yang akrab disapa Putri. (Instagram.com@Divisiprovampolri)

Mantan Irjen Pol Ferdy Sambo bersama istrinya yang akrab disapa Putri. (Instagram.com@Divisiprovampolri)

APAKABAR NEWS – Pasca ditetapkankannya Putri Candrawati istri eks Kadiv Propam Ferdy Sambo sebagai Tersangka atas tewas nya ajudannya Brigadir Joshua Hutabarat oleh TimSus Mabes Polri publik pun banyak memberikan apresiasi atas kerja pihak Kepolisian.

Progres yang telah dilakukan TimSus kasus ini memang layak untuk kita apresiasi.

Langkah Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto yang memimpim timsus sangat tepat meskipun di awal terkesan lambat sehingga publik sempat menduga TimSus bentukan Kapolri ini masuk angin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi ada yang janggal dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI dari partai NasDem Ahmad Sahroni yang meminta publik menyudahi perdebatan di publik terkait kasus Ferdy Sambo karena menurutnya melelahkan.

Dia lebih meminta publik menyerahkan perkembangan kasus ini kepada pihak Kepolisian saja.

Statement Sahroni ini bukan saja janggal tetapi aneh. Sebagai wakil rakyat statement dia sama sekali tidak mencerminkan suara rakyat sama sekali.

Bagaimana kalau kita flashback awal muncul nya kasus ini dimana Ketika itu keterangan keterangan yang disampaikan pihak kepolisian adalah keterangan yang janggal.

Dan kemudian belakangan baru diketahui bahwa semua yang disampaikan di awal itu adalah kebohongan yang sudah direncanakan oleh FS dan para anak buahnya.

Mengapa kebohongan kepolisian itu bisa terbongkar, jawabannya adalah karena adanya tekanan dari publik yang luar biasa terhadap kasus ini.

Netizen tampil begitu luar biasa mempertanyakan informasi yang disampaikan pihak kepolisian disaat lembaga lembaga yang dibiayai oleh pajak rakyat.

Seperti Komnasham, kompolnas, Komnas Perempuan lebih berpihak kepada narasi yang disampaikan pihak kepolisian.

Dan saat itu DPR terlebih komisi 3 diam tak bersuara. Komisi yang semestinya menjadi representasi masyarakat sebagai pengawas kepolisian ini justru tidak berbuat apapun dengan alasan sedang reses.

Bukankah kemajuan teknologi yang ada sekarang harusnya tidak menjadi penghalang wakil rakyat ini untuk bersuara lantang memperjuangkan nasib rakyat jelata.

Harusnya Sahroni sebagai wakil rakyat itu malu mengeluarkan statement seperti itu. Sebagai wakil rakyat dia sama sekali tidak berbuat apa pun untuk memperjuangkan nasib rakyat dalam peristiwa itu.

Dan ketika rakyat berhasil merubah keadaan dengan perjuangan mereka sendiri tiba tiba Crazy Rich ini berteriak agar masyarakat menyudahi membahas kasus ini di Medsos.

Bukannya berterimakasih kepada rakyat karena telah mengambil alih tugasnya. Sungguh Memalukan.

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pengamat Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
KPK Tahan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Sertifikasi K3 Dipertaruhkan
Pro Kontra Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, Indonesia Media Circle Serukan Klarifikasi Konstitusional
KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi, Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat
Panglima TNI Geser Jabatan Putra Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari Jabatan Pangkogabwilhan I
Belum Genap Setahun Menjabat Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan, Ini Alasannya
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Daftar Lengkap Nama-nama Pengurus Baru DPP PAN, Termasuk 2 Putri Zulhas dan Deretan Artis Terkenal

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:39 WIB

KPK Tahan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Sertifikasi K3 Dipertaruhkan

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:18 WIB

Pro Kontra Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, Indonesia Media Circle Serukan Klarifikasi Konstitusional

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:28 WIB

KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi, Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat

Jumat, 2 Mei 2025 - 06:44 WIB

Panglima TNI Geser Jabatan Putra Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari Jabatan Pangkogabwilhan I

Berita Terbaru