Home / Politik

Selasa, 15 Desember 2020 - 11:52 WIB

Sobri Lubis dan Maman Suryadi Dicecar 60 Pertanyaan Lebih oleh Penyidik Polda

Kuasa Hukum Rizieq Shihab sekaligus Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar. /humas.polri.go.id.

Kuasa Hukum Rizieq Shihab sekaligus Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar. /humas.polri.go.id.

APAKABAR NEWS – Penyidik Polda Metro Jaya dilaporkan telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat.

Kedua tersangka yang dimaksud di antaranya Sobri Lubis sebagai penanggung jawab acara dan Maman Suryadi sebagai Panglima LPI dan penanggung jawab keamanan.

Baca Juga:  Agar Bisa Mudik Gratis Hari Jumat, Pemudik Bisa Daftar Kamis di Polda Metro Jaya

Pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan ini selesai dilaksanakan hingga Senin 14 Desember 2020 malam WIB.

Baca Juga:  Densus 88 Tangkap 19 Terduga Teroris di Makassar, Salah Satunya Anggota FPI

Kabar tersebut disampaikan langsungoleh Kuasa Hukum Rizieq Shihab sekaligus Wakil Sekretaris Umum FPI (Aziz Yanuar).

“Baru selesai dan kami menyampaikan perkembangan kepada media,” kata Aziz Yanuar.

Baca Juga:  Polisi Mengklaim Sudah Kantongi Identitas Penusuk Anggota Polri di Aksi 1812

Ia menjelaskan, Sobri Lubis dicecar sekitar 63 pertanyaan oleh penyidik, sementara Maman Suryadi sekitar 62 pertanyaan. (pol)

Share :

Baca Juga

Politik

Polda Metro Jaya Masih Menunggu Kedatangan Habib Rizieq dan Anaknya

Politik

Setelah Ditahan Polda Metro Jaya, Begini Kondisi Kesehatan Habib Rizieq Shihab

Politik

Survei LSI: Di Jatim, Elektabilitas Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo Saling Salip

Politik

Usai Komjen Sigit Dilantik Jadi Kapolri, Baru Nama Kabareskrim akan Diumumkan

Politik

Tipu Pengusaha Puluhan Miliar Rupiah, Pasutri Diamankan Polda Metro Jaya

Politik

Terkait Tewasnya 6 Laskar FPI, Rekonstruksi Kasus KM 50 Masih Belum Final

Politik

Front Pembela Islam Resmi Dibubarkan, Ormas FPI Dilarang Beraktivitas

Politik

Said Aqil Serukan Setop Aksi Demonstrasi, Berpotensi Disintegrasi Bangsa