APAKABARNEWS.COM – Analis politik dan pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif menyebut ada 2 alasan mengapa Koalisi Indonesia Baru (KIB) menyusun strategi deklarasi last minutes.
Airlangga Hartarto dalam pidatonya mengatakan tidak akan terburu-buru mendeklarasikan bakal calon di Pilpres 2022 nanti.
“Perkara waktu, KIB menghormati Bapak Presiden,” ungkap Airlangga dalam pemaparan visi dan misi KIB, Jakarta, Kamis (20/10/2022).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Airlangga akan ada kerikil di sepatu jika terlalu dini mendeklarasikan calon.
“Akan ada pebble in the shoes, kerikil di sepatu, kalau terlalu banyak capres yang di-announce sebelum waktunya,” ungkap Airlangga.
Ikhwan Arif lewat keterangan tertulisnya, Sabtu, 22 Oktober 2022, menyebut ada dua faktor yang yang menentukan KIB deklarasi last minutes, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
“Pertama faktor internal yaitu penentuan keputusan dari masing-masing partai koalisi baik itu partai Golkar, PPP dan PAN dalam bentuk keputusan akhir (decision),” kata Ikhwan.
Meskipun bakal calon yang diusung berasal dari dalam maupun dari luar koalisi, KIB belum mencapai titik pengambilan keputusan siapa yang akan dipilih diantara nama-nama tokoh yang sudah ada.
Pada dasarnya keputusan itu merupakan hasil membuat pilihan di antara pilihan alternatif yang sudah ada, sedangkan proses pengambilan keputusan (decision making) belum mencapai titik temu.
Misalnya KIB memilih Airlangga sebagai capres tentu ini merupakan suatu keputusan yang diambil sesudah mempelajari pilihan alternatif.
Seperti memprioritaskan capres dari luar koalisi atau pertimbangan efek ekor jas jika menambah anggota koalisi.
Baca Juga:
“Faktor ini juga menyangkut soal pendistribusian kepentingan politik yang masih dinamis ” ungkap Ikhwan.
Kemudian menurut Ikhwan dalam penentuan keputusan capres, KIB atau partai koalisi harus mengutamakan kepentingan kolektif atau kepentingan bersama.
Bukan hanya mendengarkan keinginan salah satu keinginan anggota partai koalisi namun secara bersama menentukan pilihan terbaik.
“Faktor yang kedua yaitu faktor eksternal, faktor yang berasal dari luar koalisi yang mempengaruhi eksistensi KIB. Seperti keberadaan KIB di lingkaran partai pengusung pemerintah,” kata Ikhwan.
Hal ini yang kemudian menjadi alasan utama KIB tidak buru-buru mendeklarasikan nama-nama tokoh potensial.
Meskipun ada juga calon potensial dari eksternal koalisi seperti nama Ganjar Pranowo.
Baca Juga:
Software Manufaktur: Solusi Cerdas untuk Industri yang Tidak Bisa Lagi Bergantung pada Cara Manual
Kegiatan Sosial Hari Anak bersama Sekolah Alternatif Anak Jalanan di Jakarta
Alasan ini yang kemudian menjadi penghambat proses pendistribusian pilihan-pilihan alternatif koalisi dalam menentukan arah politik 2022.
“Tidak hanya menyangkut Pilpres akan tetapi bagaimana menyusun strategi dalam merebut kemenangan dalam pemilihan legislatif ” ungkap Ikhwan.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.










