Home / Ekonomi

Rabu, 10 Maret 2021 - 11:39 WIB

Walhi Serukan Penghentian Menyeluruh Pendanaan PLTU Batubara, Ini Daftar Proyeknya

Ilustrasi PLTU. /Dok. BUMN.go.id

Ilustrasi PLTU. /Dok. BUMN.go.id

APAKABAR BOGOR – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mendesak adanya tindaklanjut penghentian pendanaan proyek PLTU Batubara yang dijalankan PLN di beberapa daerah.

Menurut Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Jawa Barat Wahyudin, rencana pemerintah pusat membangun PLTU Indramayu 2 sudah tidak relevan karena kebutuhan listrik untuk masyarakat Jawa Barat sudah tercukupi hingga saat ini.

Baca Juga:  Produsen Respons Positif, Keputusan yang Tidak Naikkan Tarif Cukai Sigaret Kretek Tangan

Sehingga, program pembangunan proyek PLTU batubara sudah tidak diperlukan sehingga didesak dihentikan program pembangunannya.

Baca Juga:  Libur Natal, Puncak Arus Lalin Keluar Jabotabek Diprediksi Terjadi Kamis Ini

Baca Juga: Ini Keistimewaan Skincare dari Ganggang Laut Dalam, Salah Satunya Mampu Melawan Penuaan

“Sudah lama publik mendesak pemerintah untuk menghentikan pembangunan kedua proyek tersebut,” kata Wahyudin.

Baca Juga:  Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan 286 Ton Oksigen

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di media Hallobogor.com dalam artikel Walhi Serukan Penghentian Menyeluruh Pendanaan PLTU Batubara, Ini Daftar Proyeknya

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pemerintah Janji akan Atasi Kesenjangan Produksi dan Pemasaran Hortikultura

Ekonomi

Konsorsium WIKA Lanjutkan Pembangunan Proyek Sodetan Ciliwung

Ekonomi

Pemerintah Siapkah Gaji ke-13 Plus THR, Begini Penjelasan Menko Perekonomian

Ekonomi

Wanprestasi Terhadap Perusahaan Arab Saudi, PT Zarindah Wajib Ganti Rugi Rp285 Miliar

Ekonomi

Begini Hitung-hitungan Upah Per Jam Pekerja/Buruh Menurut Turunan UU Cipta Kerja

Ekonomi

Tidak Bisa Benahi Kabel Kusut? Copot Semua Direksi dan Komisaris BUMN PLN dan Telkom

Ekonomi

Pertamina Memastikan Distribusi BBM dan LPG Berjalan dengan Baik dan Aman

Ekonomi

Bangun Pabrik Baru di Batang Jawa Tengah, Nestlé Indonesia Investasi USD 220 Juta