penutupan yang dilakukan pengusaha ekspedisi itu dikhawatirkan nya, bisa berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan bencana alam, terutama terjadinya banjir.
“Kalau saluran irigasi ditutup, nanti air akan mengalir kemana, pastinya akan terjadi banjir. Ini yang saya takutkan, jika terjadi seperti itu, siapa yang dirugikan, ” tutur Rifai.
Sementara, menurut Dedi Junaedi, pengawas irigasi Kecamatan Ciawi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A wilayah III mengaku, pihaknya tidak tahu adanya penutupan DI Cikereteg-Rancamaya yang berada di Desa Teluk Pinang oleh perusahaan ekspedisi PT BAP.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Belum ada laporan atau informasi ke kami, baik itu dari pelaksana proyek maupun pihak perusahaan ekspedisi,” katanya, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.
Sementara menurut pihak PT. BAP melalui perwakilan nya, H. Akek di hadapan wartawan menyampaikan,
Sekitar kurang lebih dua tahun kebelakang Dirinya pernah sebagai pelaksana pembangunan saluran irigasi tersebut, dengan dana anggaran pemerintah.
“Saluran irigasi ini juga sudah belasan tahun tidak berfungsi, penutupan saluran irigasi saat ini hanya bersifat sementara, karena untuk perlintasan kendaraan dan alat berat masuk, ” Pungkasnya. (Wan)
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Halaman : 1 2







