APAKABARNEWS.COM – Vitamin B12 dan zat besi adalah dua nutrisi utama dalam pembentukan sel darah merah yang sehat.
Nutrisi ini memainkan peran penting untuk mencegah beragam penyakit yang timbul dari kekurangan darah.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia akibat kehilangan darah yang berlebihan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan sebuah studi mengungkap anemia defisiensi besi dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengalami depresi.
Akibat kekurangan zat besi, jumlah serotonin dalam tubuh bisa mencapai titik rendah.
Serotonin sendiri merupakan neurotransmitter penting dan penstabil suasana hati.
Gangguan kognitif, kesedihan, dispnea, hilangnya hipotensi postural, kelemahan otot, serta kelelahan mental dan fisik adalah beberapa indikasi dan gejala kekurangan vitamin B12 yang paling khas.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Namun, sulit untuk menginterpretasikan gejala secara akurat karena defisiensi vitamin B12 dapat berkembang bahkan ketika kadar darah berada di atas ambang batas klinis untuk defisiensi.
Dengan bertambahnya usia, kehamilan, penyakit kronis, dan penggunaan obat-obatan tertentu, kebutuhan harian akan vitamin B12 meningkat.
Oleh karena itu, konsumsi harian 4-20 gram dianjurkan untuk mencegah kekurangan vitamin B12.
Vikas Chawla selaku Pakar Ayurveda, Vedas Cure mengatakan zat besi diperlukan untuk fungsi otak yang dapat memengaruhi perilaku psikologis.
Baca Juga:
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Artinya, ketika individu memiliki kadar zat besi yang rendah itu bisa meningkatkan risiko mengembangkan sejumlah kondisi kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.
“Kecemasan adalah salah satu gejala anemia,” ujar Vikas Chawla seperti dilansir dari laman Times Of India, Minggu 26 Desember 2022.
“Anemia menempatkan tubuh di bawah banyak tekanan, dan sebagai akibatnya otak sering menerima sinyal untuk menjadi lebih cemas dan kabur,” sambungnya.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.









