Surplus Hingga Rp18,7 Triliun Mestinya BPJS Kesehatan Optimalkan Pelayanan

- Pewarta

Rabu, 10 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Direktur Advokasi Relawan Jamkeswatch Indonesia
Humas Pokja Kesehatan PWRI Bogor Raya, Heri Irawan SE /Dok. Jamkeswatch.

Deputi Direktur Advokasi Relawan Jamkeswatch Indonesia Humas Pokja Kesehatan PWRI Bogor Raya, Heri Irawan SE /Dok. Jamkeswatch.

APAKABAR NEWS – Jika sejak awal Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSK) yang dilaksanakan mulai 1 Januari 2014 hingga terakhir 2019 terus mengalami defisit dan gagal bayar.

Namun di situasi Pendemi Covid-19 hingga akhir tahun 2020 pendanaan program terhitung cukup. Bahkan, arus kas atau cashflow Dana Jaminan Sosial Kesehatan (DJS Kesehatan) surplus mencapai Rp 18,7 Triliun.

Dengan demikian kondisi keuangan Bpjs Kesehatan berangsur sehat, kata Prof Fachmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan hal itu disampaikan dalam konferensi pers virtual, Senin, 8 Februari 2021.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami melihat faktor utama yang membuat Dana Jaminan Sosial surplus akibat kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai dari Juli 2020 sesuai Perpres No. 64 tahun 2020.

Sehingga terjadi peningkatan penerimaan iuran di 2020 sebesar Rp. 27 T yang disebabkan oleh kenaikan iuran PBI Rp. 12.84 Triliun, PBI Pemda Rp. 3.5 Triliun, PPU Pemerintah Rp.4.6 Triliun, PPU swasta Rp. 5.09 Triliun dan PBPU Rp. 1.72 Triliun.
Kenaikan iuran tersebut melebihi dari biaya manfaat ditambah utang 2019 Rp. 15.5 T.

Meskipun situasi Pendemi Covid-19 dimana banyak pekerja/buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) namun ternyata masih ada kenaikan dari iuran pekerja penerima upah badan usaha (PPU BU) sebesar 5,09 Triliun dan Peserta Mandiri (PBPU) Rp. 1,72 Triliun.

Berita Terkait

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik
Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:56 WIB

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Berita Terbaru