Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air, Keluar Jalur Dulu Setelah Itu Kemudian Jatuh

- Pewarta

Kamis, 11 Februari 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Pesawat Sriwijaya Air. /Instagram.com/@sriwijayaair.

Pesawat Sriwijaya Air. /Instagram.com/@sriwijayaair.

APAKABAR NEWS – Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sempat keluar jalur saat terbang dari Jakarta ke Pontianak. 

Insiden itu, kata Nurcahyo, sempat membuat pesawat tersebut berpotensi berpapasan dengan pesawat lain.

“Pesawat SJ 182 berbelok pertama kali pada ketinggian 8.150 kaki. Saat itu, pilot meminta izin petugas Air Traffic Controller (ATC) di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) untuk berbelok karena masalah cuaca,” katanya saat jumpa pers, Rabu 1 Februari 2021.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurcahyo menyebut, perubahan jalur itu diperkirakan petugas ATC akan membuat SJ 182 bertemu pesawat lain yang berangkat dari landasan pacu 25L sisi selatan Bandara Soetta. 

“Kedua pesawat itu memiliki tujuan yang sama yaitu Pontianak karena diperkirakan akan berpapasan, SJ 182 diminta untuk berhenti naik di ketinggian 11.000 kaki,” katanya.

BACA JUGA: Radarbisnis.com, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar dunia ekonomi dan bisnis.

Saat berada di ketinggian 10.600 kaki, kata Nurcahyo, pesawat yang berada di 046 derajat kembali terlihat berbelok kiri. Menurut dia, kondisi ini terjadi karena pergerakan anomali pada tuas pengendali tenaga mesin (autothrottle) dimana autothrottle kiri bergerak mundur dan autothrottle kanan masih tetap.

Berita Terkait

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
UI Innovation Festival 2026 Digelar di Gandaria City, Ada Pameran Riset hingga Kolaborasi Internasional
6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik
Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:04 WIB

UI Innovation Festival 2026 Digelar di Gandaria City, Ada Pameran Riset hingga Kolaborasi Internasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:56 WIB

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Berita Terbaru

Pers Rilis

Chelsea FC Umumkan Kemitraan Global Terbaru dengan GAC

Sabtu, 10 Okt 2026 - 04:00 WIB