Ini Alasan Andreas Eddy Susetyo Sebut Tingkat inflasi Indonesia Tahun 2023 akan Membaik

- Pewarta

Kamis, 20 Oktober 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo. (Dok. Dpr.go.id)

Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo. (Dok. Dpr.go.id)

APAKABARNEWS.COM – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo meyakini tingkat inflasi Indonesia di tahun 2023 akan membaik.

Sebab, Pemerintah bersama DPR sejauh ini sudah melakukan beberapa langkah, baik yang bersifat transformasi struktural di level perubahan UU maupun yang bersifat temporer seperti pemberian bantuan sosial.

Terlebih, menurutnya, Indonesia dari sisi global rantai pasoknya tidak memiliki integrasi yang kuat dengan negara-negara lain.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga, inflasi global yang terjadi di banyak negara diyakini tidak akan berdampak besar terhadap ekonomi tanah air.

“Meskipun terjadi kenaikan BBM setelah itu, kita bisa lihat ada kenaikan di dalam core inflation tapi volatile food sudah membaik. Jadi kita lihat tahun depan inflasi ini akan membaik,” ujar Andreas.

Dalam acara Seminar Nasional ‘Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Pembangunan Berkelanjutan di Tengah Tantangan Dinamika Global’ di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Oktober 2022.

Karena itu, DPR bersama Pemerintah sepakat bahwa inti dari pengendalian ekonomi dari adanya gejolak adalah bagaimana menjaga daya beli masyarakat.

“Sejauh ini, menurutnya, Bank Indonesia sudah bekerja di jalur yang benar melalui intervensi mata uang dan kenaikan suku bunga,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Meskipun demikian, ia menegaskan situasi inflasi Indonesia yang relatif dapat terkendali tersebut bukan berarti tanpa persiapan.

Justru, situasi tersebut harus menjadi sarana peluang untuk melakukan reformasi ekonomi secara struktural. Salah satunya adalah UU Cipta Kerja yang telah disahkan antara DPR bersama Pemerintah.

“Karena itu kita tidak boleh berhenti hanya dengan memberi BLT kepada masyarakat rentan tersebut.”

“Yang paling penting adalah kita menciptakan lapangan kerja,” ujar Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini.

Upaya untuk melahirkan penciptaan lapangan kerja ini sejalan pula dari sisi demografi Indonesia.

Di mana, saat ini terdapat Bonus Demografi yang harus dioptimalkan dengan baik.

“Karena itu dukungan yang kita berikan salah satunya kita punya omnibus law untuk cipta kerja dan implementasinya ini yang perlu kita jaga,” tutupnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah memangkas proyeksi inflasi Indonesia pada tahun 2022 menjadi 6,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Sebelumnya BI memproyeksikan inflasi di level 6,6% – 6,7%.

Kendati proyeksi inflasi terbaru BI lebih rendah tapi masih melampaui batas atas kisaran sasaran yang sebesar 4% yoy.

Di sisi lain, BI berharap tingkat inflasi akan terus melandai pada kuartal I-2023, sehingga pada kuartal III-2023, inflasi akan mulai kembali di kisaran sasaran BI yang sebesar 3% yoy plus minus 1%.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
PAAI Desak Kepastian Hukum Pajak Agen Asuransi, Bagaimana Dampaknya terhadap Kesejahteraan Profesi?
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Diskusi Panel PROPAMI Bahas IPO, UMKM, dan Industri Keuangan
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03 WIB

PAAI Desak Kepastian Hukum Pajak Agen Asuransi, Bagaimana Dampaknya terhadap Kesejahteraan Profesi?

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:25 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:59 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:33 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Berita Terbaru