2 Nutrisi yang Penting untuk Cegah Penyakit dari Kekurangan Darah, Termasuk Depresi

- Pewarta

Selasa, 27 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kekurangan Asupan Zat Besi Bisa Tingkatkan Resiko Depresi. (Pexels.com/Kat Smith)

Kekurangan Asupan Zat Besi Bisa Tingkatkan Resiko Depresi. (Pexels.com/Kat Smith)

APAKABARNEWS.COM – Vitamin B12 dan zat besi adalah dua nutrisi utama dalam pembentukan sel darah merah yang sehat.

Nutrisi ini memainkan peran penting untuk mencegah beragam penyakit yang timbul dari kekurangan darah.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia akibat kehilangan darah yang berlebihan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan sebuah studi mengungkap anemia defisiensi besi dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengalami depresi.

Akibat kekurangan zat besi, jumlah serotonin dalam tubuh bisa mencapai titik rendah.

Serotonin sendiri merupakan neurotransmitter penting dan penstabil suasana hati.

Gangguan kognitif, kesedihan, dispnea, hilangnya hipotensi postural, kelemahan otot, serta kelelahan mental dan fisik adalah beberapa indikasi dan gejala kekurangan vitamin B12 yang paling khas.

Namun, sulit untuk menginterpretasikan gejala secara akurat karena defisiensi vitamin B12 dapat berkembang bahkan ketika kadar darah berada di atas ambang batas klinis untuk defisiensi.

Dengan bertambahnya usia, kehamilan, penyakit kronis, dan penggunaan obat-obatan tertentu, kebutuhan harian akan vitamin B12 meningkat.

Oleh karena itu, konsumsi harian 4-20 gram dianjurkan untuk mencegah kekurangan vitamin B12.

Vikas Chawla selaku Pakar Ayurveda, Vedas Cure mengatakan zat besi diperlukan untuk fungsi otak yang dapat memengaruhi perilaku psikologis.

Artinya, ketika individu memiliki kadar zat besi yang rendah itu bisa meningkatkan risiko mengembangkan sejumlah kondisi kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.

“Kecemasan adalah salah satu gejala anemia,” ujar Vikas Chawla seperti dilansir dari laman Times Of India, Minggu 26 Desember 2022.

“Anemia menempatkan tubuh di bawah banyak tekanan, dan sebagai akibatnya otak sering menerima sinyal untuk menjadi lebih cemas dan kabur,” sambungnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Rahasia Sepatu Tetap Mengilap dan Awet, Shine & Go Rahasianya
Di Tengah Cuaca Tak Menentu, Bidan Jadi Penjaga Harapan Keluarga
Main Makin Seru! Ini Tips Top-Up Free Fire Bijak dan Anti Rugi
Street Jersey Indonesia: Solusi Pembuatan Jersey Custom Sesuai Keinginan di Jakarta
Mengapa Memilih Junior College Internasional di Jakarta?
Top Up Mobile Legend Simple dan Murah: Pilihan Gamer Terbaik
Ketika Dr. Boyke Formulasikan Obat untuk Pria
5 Tempat Wisata Semarang yang Wajib Dikunjungi

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Rahasia Sepatu Tetap Mengilap dan Awet, Shine & Go Rahasianya

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:37 WIB

Di Tengah Cuaca Tak Menentu, Bidan Jadi Penjaga Harapan Keluarga

Sabtu, 28 Februari 2026 - 06:25 WIB

Main Makin Seru! Ini Tips Top-Up Free Fire Bijak dan Anti Rugi

Sabtu, 22 November 2025 - 09:52 WIB

Street Jersey Indonesia: Solusi Pembuatan Jersey Custom Sesuai Keinginan di Jakarta

Selasa, 18 November 2025 - 21:49 WIB

Mengapa Memilih Junior College Internasional di Jakarta?

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB