APAKABARNEWS.COM – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan salam Megawati Soekarnoputri sekaligus ungkapan terima kasih.
“Beliau (Megawati) menyampaikan rasa haru dan menyampaikan terima kasih atas gotong royong anak bangsa yang dipimpin soekarnois-soekarnois muda,” kata Hasto Kristiyanto.
Menurut Hasto, Kota Bandung menjadi benang merah perjuangan Bung Karno dalam menggali pemikiran kemerdekaan Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berterima kasih kepada gubernur Jawa Barat bahwa seluruh rekam jejak Bung Karno di Bandung, dari rekam Pak Marhaen, hingga penjara Banceuy, semua dipelihara baik,” kata Hasto.
Pembangunan Monumen Plaza Bung Karno di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 28 Juni 2023 mulai dilakukan.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Puji Gubernur Ridwan Kamil Lewat Pantun, Hasto Kristiyanto: Calon Wakil Presiden Ganjar Pranowo Ada di Sini
Peletakan batu pertama atau groundbreaking dengan dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto selaku perwakilan keluarga.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Ridwan Kamil didampingi istrinya, Atalia Praratya, memanfaatkan momen peletakan batu pertama monumen yang terletak di GOR Saparua.
Hasto Kristiyanto juga mengingatkan bahwa di Bandung, PDI Perjuangan mencanangkan penggunaan peci Bung Karno.
peci Bung Karno menjadi tanda pengenal utama banyak warga dunia, baik di Asia dan Afrika, mengenai kepemimpinan Soekarno.
Hasto menceritakan juga bagaimana Bung Karno di Bandung menggelorakan solidaritas bangsa lewat Konferensi Asia Afrika (KAA).
Baca Juga:
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
“Dari Kota Bandung, seluruh tradisi intelektual Soekarno dimatangkan dan dibumikan menjadi ideologi pembebasan Marhaenisme, yang secara kontemplatif juga menjadi bagian Pancasila,” ujar Hasto.***









