APAKABARNEWS.COM – Presiden Jokowi merespons isu resuffle atau perombakan kabinet di tengah kasus hukum yang diduga melibatkan 2 orang menteri kabinetnya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Hal itu terkait dugaan korupsi di Kementerian Pertanian, hingga muncul kabar politisi NasDem itu telah ditetapkan sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo juga disebut menerima aliran dana korupsi infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G, senilai Rp27 miliar.
Di persidangan, Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan menyebutkan pihaknya telah menyerahkan uang sejumlah Rp27 miliar kepada Dito Ariotedjo
Baca artikel lainnya di sini: Tanggapan Soal Resuffle, Menpora Dito Ariotedjo: Jabatan Itu Datang Kapan Saja dan Bisa Diambil Kapan Saja
Dua peristiwa itu menuai dugaan publik atas akan dilakukannya perombakan kabinet di dalam pemerintahan Joko Widodo.
Baca Juga:
HunterLab luncurkan Vista® L2 dengan rentang pengukuran yang diperluas menjadi 710 nm
FLIN Rilis Layanan Mediasi Utang, Jadi Platform Credit Wellness Pertama di Indonesia
DJI Matrice 4E dan DJI Terra Petakan Lereng Es Khumbu di Gunung Everest Selama Musim Pendakian 2026
Presiden yang tadinya sedang menjelaskan mengenai acara Istana Berbatik, saat mendengar pertanyaan soal reshuffle, terlihat menggelengkan kepala serta sempat mengernyitkan dahi.
Jokowi ditanya wartawan mengenai hal tersebut, ekspresi wajah Presiden tampak berubah serius.
Presiden Widodo lalu balik bertanya kepada jurnalis mendapat informasi itu dari mana.
“Dengar dari mana?” tanya Jokowi. Ia lalu menunduk dan tidak menjawab kebenaran isu tersebut dan melayani pertanyaan lain dari awak media.
Baca Juga:
TMGM Perkuat Kemitraan dengan Chelsea FC Lewat Tur Pramusim 2026 di Asia-Pasifik
Ruang Pamer Produk Pelapis Terbesar di Dunia — 3TREES Catat Guinness World Record
Peristiwa itu terjadi usai Jokowi menghadiri acara Istana Berbatik di depan Istana Merdeka Jakarta, Minggu malam, 1 Oktober 2023.***








