Tampung Masukan Soal Program, Capres Prabowo Subianto Hadiri Dialog Muhammadiyah di Surabaya

- Pewarta

Jumat, 24 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Presiden No 02 Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto. (Facebook.com/Prabowo Subianto)

Calon Presiden No 02 Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto. (Facebook.com/Prabowo Subianto)

APAKABARNEWS.COM – Calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto menerima sejumlah masukan dari akademisi dan ahli terkait program yang akan dijalankannya bersama cawapres, Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah masukan tersebut didapat Prabowo saat menghadiri ‘Dialog Publik Muhammadiyah bersama Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia’ di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/11/2023).

Salah satu usulan disampaikan oleh Sukadiono, rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya yang ditunjuk sebagai panelis bidang kesehatan dan kesejahteraan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Sukadiono menyoroti angka stunting Indonesia yang masih berada di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ia menilai progam pemberian susu dan makan siang gratis yang dicanangkan Prabowo-Gibran sudah tepat, namun belum ideal bila melihat kebiasaan makan warga Indonesia.

Baca artikel lainnya di sini: Sepakat dengan Cak Imin Soal Pemilu, Prabowo Subianto: Dapat Kawan Baru, Jangan Dilupakan Kawan Lama

Sukadiono memandang perlu langkah tindakan ekstrem untuk menekan angka stunting.

“Stunting masih menjadi problem bangsa kita. Ini belum cukup diberikan susu pada makan siang saja, karena kita tahu bangsa kita makannya tiga kali,” kata Sukadiono.

Merespons hal tersebut, Prabowo mengatakan akar stunting adalah kemiskinan.

Meski belum dapat dikatakan ideal, ia meyakini upayanya untuk memberi susu dan makan siang untuk anak-anak Indonesia akan berdampak.

“Kita sekarang akan memberi intervensi gizi langsung kepada anaknya. Sekarang saya bertanya, lebih baik teruskan keadaan seperti sekarang, tidak dikasih (makan untuk anak-anak).”

“Atau satu kali makan walaupun kita tahu idealnya tiga kali makan,” kata Prabowo.

“Kalau kita lihat banyak pengalaman negara lain, makan siang di sekolah ini lah salah satu cara untuk pemerataan, keadilan sosial, mengatasi kurang gizi dan menyiapkan SDM ke depan,” lanjut dia.

Prabowo pun mengaku optimis langkah tersebut akan membantu banyak rakyat Indonesia sekaligus menekan angka stuntin ekstrem jika konsisten dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.

“Saya optimis ini akan memberikan dampak langsung,” tutur Prabowo.***

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Punya Emas Warisan? Jual Emas Tanpa Surat Bisa Jadi Solusi yang Aman
7 Hal yang Sebaiknya Dicek Orang Tua untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Kolaborasi OJK, BEI dan Profesi Jadi Kunci Penguatan Pasar Modal Indonesia
Laporan Penjualan Selalu Meleset? Bukan Salah Sales, Ini yang Jadi Akar Masalahnya
Mengapa Rayap Mampu Merusak Bangunan dalam Waktu Lama?
Cara Membuat Brand Anda Disebut ChatGPT: Panduan Praktis untuk Bisnis Indonesia

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:30 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:30 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Punya Emas Warisan? Jual Emas Tanpa Surat Bisa Jadi Solusi yang Aman

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

7 Hal yang Sebaiknya Dicek Orang Tua untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Kolaborasi OJK, BEI dan Profesi Jadi Kunci Penguatan Pasar Modal Indonesia

Berita Terbaru