Advokat Juristo Tantang Pengurus LQ Indonesia untuk Debat Sehat, Bukan ‘Playing Victim’

- Pewarta

Sabtu, 26 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advokat Juristo bersama Uya Kuya. (Dok. Ist)

Advokat Juristo bersama Uya Kuya. (Dok. Ist)

APAKABARNEWS.COM – Advokat Juristo menantang LQ Indonesia Law Firm debat terbuka terkait tudingan fitnah yang dialamatkan kepadanya seputar sepak terjang Alvin Lim Mafia Asuransi yang ditayangkan di Podcast Uya Kuya.

“Katanya LQ Indonesia Law Firm adalah kantor hukum yang besar, jangan selalu ‘playing victim’ dong. Tidak perlu panik dan kebakaran jenggot (meradang), gitu.”

“Buat apa menyerang saya dan status saya? Saya tantang LQ Indonesia Law Firm, bila perlu laporkan saya ke kepolisian,” ujar Juristo kepada awak media, Sabtu (26/11/2022).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juristo merespons keras pihak LQ Indonesia Law Firm karena menyebut dirinya melakukan fitnah disalah satu portal online Ibukota.

Judulnya: Alvin Lim Mafia Asuransi, LQ Indonesia Law Firm: “Itu Fitnah”.

Di pemberitaan itu disebut Juristo bersama Podcast Uya Kuya melakukan fitnah mengenai Alvin Lim Mafia Asuransi.

Terkait hal tersebut, Juristo, pun menjawab.

“Tidak perlu bermain isu murahan di media. Untuk apa? Masyarakat tidak bodoh, sudah bisa membaca pola permainan basi Alvin Lim, menggoreng goreng berita di media selama ini!”

“Saya tunggu LP-nya, nanti saya akan datang membawa semua bukti-bukti yang saya pegang. Tidak perlu teriak-teriak di media, fitnah-lah, hoax-lah segala. Itu basi,” katanya.

Bagi Juristo, Alvin Lim adalah seorang advokat yang gagal memperjuangkan kepentingan kliennya.

Karena itu pula, Alvin Lim memakai teori ‘playing victim’ untuk merebut simpati masyarakat.

“Itu sudah basi, tau gak. Masyarakay udah paham permainan Alvin Lim,” ucapnya.

Juristo kemudian memberi contoh terkait klien yang diurus Alvin Lim pada PT. Mahkota Propertindo.

“Sudah hampir 2,5 tahun kasus LP Maria Jenny atas PT. Mahkota Propertindo, tapi hingga saat ini tidak mampu ditangani Alvin Lim,” serunya.

“Jangankan diselesaikan, bertemu Bapak Raja Sapta Oktohari untuk mediasi damai aja tidak mampu,” ujar Juristo, seraya menyebut Alvin Lim hanya bisa di awang-awang.

Juristo merasa kasihan dengan klien-kliennya Alvin. Karena tak bisa menjaga mulutnya, semua kepentingan kliennya jadi terganggu.

“Alvin Lim selalu memakai cara-cara kotor, dengan upaya pembunuhan karakter, membuat semua pihak menjadi panas sehingga tidak mungkin terjadinya mediasi,” tegasnya.

Kondisi itu berbeda dengan pola yang ia pakai lewat kantor hukum Presisi One Law Firm, di mana perdamaian terjadi.

“Bahkan hubungan klien saya, bu Maria Jenny pun sekarang sudah bisa akrab dengan Pak Raja Sapta Oktohari.”

“Semua kesan buruk dan jahat yang digambarkan Alvin Lim tentang Pak Raja Sapta Oktohari, hanyalah fitnah dan hoax Alvin Lim semata.”

“Tuduhan Alvin pada Pak Raja Sapta Oktohari pepesan kosong,” tegas Juristo.

Juristo juga berharap para korban pemerasan Alvin Lim berani membuka mulut dan menceritakan kebenaran.

“Kantor Presisi One Law Firm akan memback-up secara pro bono (gratis) atas semua korban – korban Alvin Lim yang sudah ditindas dan diperas selama ini,” tutur Juristo menjamin.

Sebab, katanya, tidak ada seorang pun manusia yang luput dari khilaf dan dosa, termasuk dirinya.

“Saya sendiri juga punya dosa. Kalau punya salah ya, bertobatlah dan bertindaklah jantan dengan mengakui kesalahan.”

“Kita perbaiki semua kesalahan di sisa umur kita ini,” sergahnya memberi pencerahan.

Apalagi, disebutkan Juristo, negara Indonesia sudah semakin baik dari hari ke hari sistem penegakan hukumnya.

“Jangan kita terus menghujat ulah beberapa oknum dengan mengatakan seluruh institusi adalah sampah!” tegasnya.

Atas dasar itu pula, Juristo merasa tertantang dan terpanggil untuk menyuarakan prinsip-prinsip kebenaran yang dijalankan dalam hidupnya.

“Siapa sebenarnya Alvin Lim?  Saya berharap tidak ada lagi korban-korban pemerasan Alvin Lim kedepannya,” tegasnya.

Namun demikian dia mengaku tidak mau ‘menyerang’ Alvin Lim terlalu jauh. Alasannya dia masih menganggap Alvin Lim sebagao teman yang salah jalan.

“Tidak akan niat memperburuk keadaan, selain hanya berusaha menyadarkannya. Diatas langit masih ada langit!”

“Jangan bertindak kelewatan sampai alam semesta yang menghukum kita kelak,” pungkasnya. ***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik
Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:56 WIB

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Berita Terbaru