Antara Anies Baswedan dan Penyidik, Mushalla Kecil Itu Jadi Saksi

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. /instagram.com /@aniesbaswedan

APAKABAR NEWS – Manusia boleh berencana dan merekayasa, tapi Tuhan penentu takdirnya. Banyak peristiwa tak terduga telah menyadarkan betapa Tuhan ada dan hadir dalam kehidupan kita.

Dengan iman, ada kepasrahan dan petunjuk jalan. Iman menuntun dan memberi kemampuan untuk menjemput keputusan takdir-Nya. Pahit-manis dan suka-duka, itu hanya panampakan di dalam perasaan manusia belaka. Karena hakekat hidup adalah kejujuran.

Read More

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Takbir adzan itu hanya bisa dirasakan oleh hati yang di dalamnya Tuhan diberikan tempat. Tuhan tak hadir pada manusia yang tak merasa butuh dan alergi mendengar suara takbir-Nya.

Mushalla kecil di pojok ruangan Polda Metro Jaya jadi saksi. Di sela-sela pemeriksaan, Anies datang menyambut panggilan itu. Kali ini bukan polisi yang panggil, tapi Tuhan. Allah Pemilik Semua Istana. Istana langit maupun istana merdeka. Ditinggalkannya para penyidik, lalu Anies datang ke tempat dimana takbir itu memanggil.

Tak ada yang bisa menghalangi saat penguasa alam ini berkehendak. Anies keluar dari ruang pemeriksaan dan melangkah ke mushalla kecil itu. Ambil air wudhu, lalu shalat dhuhur empat raka’at. Begitu juga saat waktu ashar tiba.

Panggilan Tuhan tetap yang utama. Otentik, tanpa rekayasa. Anies datang tanpa beban, karena Tuhan yang memanggil itu sungguh Maha Adil dan Penyayang. Arsy Tuhan beda dengan istana manusia yang sarat intrik dan tekanan.

Matahari merangkak pulang, gelap datang merayap tanda waktu magrib tiba. Adzan lagi-lagi berkumandang. Muadzin di mushalla mensosialisasikan takbir Tuhan.

Related posts