Home / Politik

Jumat, 18 Desember 2020 - 16:57 WIB

Bareskrim Ungkap 5 Kasus Penipuan Modus BEC, Amankan Uang Rp 276 Miliar

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri. /Instagram.com/@divisihumaspolri.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri. /Instagram.com/@divisihumaspolri.

APAKABAR NEWS – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap lima kasus penipuan dengan modus business e-mail compromise (BEC).

Total kerugian para korban sejumlah Rp 276 miliar.

“Kasus kejahatan dengan modus business e-mail compromise, yang merupakan kasus kejahatan lintas negara, yang menjadi atensi dari Financial Action Task Force, selaku badan dunia yang dibentuk dalam menangani kejahatan pencucian uang,” kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu 16 Desember 2020.

Baca Juga:  Ini Alasannya, Kenapa Jakarta Belum Terima Distribusi Vaksin Covid-19

Sigit menuturkan, ironisnya, para pelaku penipuan modus BEC terus beraksi di tengah situasi pandemi Corona (COVID-19), yang melanda seluruh dunia. Bahkan pelaku memanfaatkan situasi pandemi untuk melancarkan aksinya.

Baca Juga:  Ini Alasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Diperpanjang 2 Minggu

“Kejahatan ini kemudian menjadi sorotan karena dilaksanakan pada saat dunia menghadapi situasi pandemi dan kemudian kelompok ini memanfaatkan situasi dengan memanfaatkan celah-celah di mana negara-negara sedang mencari alat-alat terkait dengan masalah pencegahan COVID, baik berupa APD maupun alat-alat rapid test,” jelas Sigit.

Sigit menerangkan korban terkait lima perkara penipuan modus BEC yang diungkap Bareskrim, berada di Italia, Belanda, Jerman, Argentina, dan Yunani. Aktor intelektual dalam kejahatan ini adalah warga negara (WN Nigeria).

Baca Juga:  dr Reisa Menyebut Satu Kali Suntik Vaksin Tak Bisa Kebal 100 Persen dari Covid-19

“Terkait dengan kejahatan ini, Bareskrim telah menangani 5 kasus melibatkan lintas negara, di mana 3 kasus terkait dengan COVID-19 itu ada tiga negara dan dua kasus terkait dengan transfer dana dan investasi.”

Share :

Baca Juga

Politik

Kejagung Periksa Lima Saksi Kasus Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan

Politik

Untuk Cegah Polarisasi Tahapan Pemilu 2024, Polri Bentuk Tim Satgas Nusantara

Politik

Survei SPIN: Prabowo Subianto Menjadi Capres yang Diidolakan Pemilih Perempuan

Politik

Sindir Firli Soal Pegawai KPK, Lemkapi Desak ICW Banyak Pelajari UU Baru KPK

Politik

Polri Persilahkan Komnas HAM Usut Penembakan 6 Pengikut Habib Rizieq Shihab

Politik

Begini Prosedur Tata Cara Membuat dan Perpanjang SIM Tanpa Harus Keluar Rumah

Politik

Polisi Sebut Alasan Habib Rizieq Shihab Mangkir Panggilan Tidak Wajar

Politik

Penyelidikan Insiden Penembakan di Tol Harus Transparan dan Imparsial