Home / Nusantara

Rabu, 3 Februari 2021 - 10:27 WIB

BMKG Kemukakan Alasan Fenomena Gempa Bumi Berulang di Sulawesi Barat

Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. /Instagram.com/@daryonobmkg.

Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. /Instagram.com/@daryonobmkg.

APAKABAR NEWS – Fenomena gempa bumi yang terjadi di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan kejadian berulang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki catatan gempa bumi berulang dengan periode waktu berbeda, bahkan tercatat dua kali tsunami terjadi yang dipicu oleh fenomena gempa.

Koordinator Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan bahwa Sulawesi memiliki lebih dari 45 segmen sesar aktif.

Baca Juga:  Pemerintah Tangani Darurat Bencana Gempa Bumi di Sulbar dan Banjir di Kalsel

Menurutnya, para ahli kebumian telah mempelajari karakteristik wilayah Sulawesi.

“Terjadinya gempa merusak di Majene bukan hal aneh. Secara tektonik, wilayah pesisir dan lepas pantai Sulawesi Barat terletak di zona jalur lipatan dan sesar atau fold and thrust belt,” ujar Daryono, dalam keterangan tertulis, Selasa 2 Februari 2021.

Baca Juga:  Sudah 34 Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Berkekuatan M6,2 di Sulawesi Barat

Secara khusus, wilayah Majene dan Mamuju pernah terdampak gempa secara berulang dengan periode waktu berbeda. Daryono mengatakan bahwa fenomena gempa di wilayah itu tercatat sejak 1967.

BACA JUGA: Businesstoday.id, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar dunia ekonomi dan bisnis.

Historis gempa merusak dan pernah terjadi tsunami, antara lain gempa Majene M6,3 pada 1967, kemudian 23 Februari 1969 dengan magnitude 6,9 SR. Dua kejadian ini memicu terjadinya tsunami.

Baca Juga:  Tertutup Longsoran, Jalur Ulumanda Belum Dapat Dilalui Kendaraan Roda Empat

Share :

Baca Juga

Nusantara

Kunjungi UMKM Sepeda Lokal Berkelas Global, Ini Pelajaran Bisnis dari Kang Yudi

Nusantara

Rusak Akibat Banjir, KM 122+400 arah Jakarta di Ruas Tol Cipali Diberlakukan Contraflow

Nusantara

16 Desa Terendam Banjir dengan Ketinggian Hingga 150 Cm di Kabupaten Pandeglang

Nusantara

Gunung Semeru Erupsi Kembali, Meluncurkan Guguran Awan Panas yang Amat Besar

Nusantara

Lebih dari 60 Persen, Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid Lewati Ambang Batas

Nusantara

UMP 2022 Jateng Naik 0,78%, Perusahaan Bandel Bakal Kena Sanksi

Nusantara

16 Korban Masih Belum Ketemu, BNPB dan DPR Tinjau Longsor Sumedang

Nusantara

Bendungan Bendo Ponorogo Masuki Tahap Impounding