Agak berbeda misalnya dengan aksi mogok kaum buruh yang memiliki daya tekan nyata yang bisa seketika itu menghentikan proses produksi dan membuat macet semua mekanisme kerja hingga ke bagian personalia serta pemasaran dari produk pabrik tersebut.
Artinya, daya tekan dari aksi atau unjuk rasa itu hanya akan mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, ketika aksi atau unjuk rasa itu menimbulkan dampak besar terhadap suatu proses yang luas kaitannya dengan pihak lain.
Sama halnya saat waktu menjelang lebaran di Jakarta yang selalu membuat warga yang tak pulang mudik ke kampung halaman jadi kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
karena banyak pedagang dan pengusaha yang mengalihkan perhatiannya ke kampung halaman. Mulai dari Wagteh hingga pedagang sayur keliling membuat warga kota — khususnya Jakarta — runyam.
Utamanya untuk pelayanan warung makan khas Tegal (Warteg) misalnya akan terasa bagi mereka yang terlanjur biasa mendapatkan pelayan dari parà pengusaha sejenis Warteg itu.
Bahkan untuk jasa angkutan umum pun yang ikut libur lebaran, akan sangat sekali dampaknya bagi orang lain. Karena dalam aksi Warteg dan Angkutan Kota itu menjadi keperluan rutin pihak lain yang sangat vital sifatnya.
Jadi aksi dan unjuk rasa itu tak dapat diharap bisa memberi banyak perubahan yang signifikan, jika daya tekannya tidak maksimal seperti aksi mogok kaum buruh yang bisa menghentikan semua proses produksi hingga mekanisme pasar dari hasil produk pabrik tersebut sampai pada kerumitan dari perjanjian kontrak dengan para agen pemasaran atau konsumen tetap yang sudah terikat kontrak.
Baca Juga:
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








