Elektabilitas Ganjar Pranowo Terkena Dampak Pembatalan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

- Pewarta

Selasa, 4 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Dok. Jatengprov.go.id)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Dok. Jatengprov.go.id)

APAKABARNEWS.COM – Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi sosok bakal calon presiden yang elektabilitasnya terkena dampak akibat pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA.

“Mengenai dampak terhadap suara bagi capres dan partai politik, saya kira yang paling menonjol kepada Ganjar Pranowo, karena Ganjar adalah tokoh yang sangat populer sangat dikenal,” kata Qodari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin 3 April 2023.

Dalam konteks pembatalan itu, menurut Qodari, Ganjar memiliki peran paling nyata dan terlihat oleh publik. Kekecewaan masyarakat, khususnya para pecinta sepak bola Tanah Air, ditumpahkan terhadap Ganjar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warganet pun ramai menumpahkan kekesalan mereka di akun media sosial terverifikasi milik Ganjar.

Baca konten artikel penting lainnya di media online Arahnews.com – salah satu portal berita terbaik di Indonesia

“Pembatalan dilihat sebagai dampak dari penolakan Ganjar Pranowo sebagai salah satu provinsi tuan rumah dari diselenggarakannya Piala Dunia U-20. Arah serangan atau arah kemarahan dari penggemar sepak bola dan khususnya warganet itu kepada Ganjar Pranowo,” jelasnya.

Qodari mengatakan potensi elektabilitas Ganjar Pranowo tergerus antara 5 sampai 10 persen, karena jumlah penggemar sepak bola Indonesia bisa mencapai 60 persen hingga 70 persen dari total penduduk Indonesia.

Namun, untuk angka pasti berapa persen selisih elektabilitas Ganjar Pranowo, dia mengatakan harus menunggu hasil rilis dari lembaga survei.

Selain kekecewaan dari para penggemar sepak bola, Qodari memprediksi elektabilitas Ganjar akan merosot karena dianggap sebagai antitesa dari Presiden Joko Widodo.

Suara dukungan kepada Ganjar, katanya, diyakini berasal dari Presiden Jokowi. Namun, ketika dinilai berlawanan, suara tersebut akan lari.

“Dalam konteks piala dunia, Ganjar posisinya diametral bertentangan dengan Jokowi.”

“Istilah saya itu ya antitesis. Jadi, Ganjar telah menjadi antitesis Jokowi,” jelasnya.

Dia juga menilai basis dukungan terhadap Ganjar masih belum sekuat dukungan terhadap Presiden Jokowi.

“Sebetulnya, basis pemilihnya Ganjar itu sangat voletile (tidak stabil), sangat cair, rapuh, sangat tergantung juga penilaian mereka seberapa jauh Ganjar itu harmoni selaras dengan Pak Jokowi,” ujar Qodari.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik
Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:56 WIB

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Berita Terbaru