Huawei Hadirkan Stellar AI Network Generasi Baru yang Mendukung Era Agentic AI dengan Konektivitas yang Aman dan Cerdas

- Pewarta

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

SHANGHAI, 19 September 2026 /PRNewswire/ — Dalam ajang HUAWEI CONNECT 2026, Huawei memperkenalkan versi terbaru Stellar AI Network Solution yang mengusung konektivitas aman dan cerdas. Solusi ini menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari pemrosesan komputasi yang lebih efisien, transmisi data tanpa kehilangan paket, hingga akses aplikasi berkecepatan tinggi. Dengan kemampuan tersebut, solusi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan komputasi masa depan, sekaligus meningkatkan produktivitas dan menjaga keamanan layanan di era AI.

Leon Wang, President of Huawei's Data Communication Product Line, delivering a speech
Leon Wang, President of Huawei’s Data Communication Product Line, delivering a speech

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesatnya adopsi AI mendorong konsumsi token harian melonjak hingga 260 kali lipat dalam setahun. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Stellar AI Network versi terbaru hadir dengan tiga komponen utama, yakni AI Fabric, AI WAN, dan AI Campus, guna menghadirkan konektivitas cerdas sekaligus memperkuat keamanan.

Stellar AI Fabric 2.0

  • Konektivitas cerdas: Untuk mengatasi tantangan seperti lonjakan biaya jaringan, proses konversi protokol yang lambat, dan retransmisi trafik akibat link flapping, Huawei memperkenalkan switch UBG seri SF9300. Dipadukan dengan Ascend A5/A6, perangkat ini membentuk solusi komputasi dan jaringan UBG terintegrasi untuk seluruh lini. Arsitektur multi-plane dua lapis menghilangkan lapisan inti sehingga biaya penerapan jaringan dapat ditekan hingga 30%. Protokol terpadu juga memangkas latensi terpadu dari 20 μs menjadi 11 μs. Sementara itu, teknologi Link-Layer Retransmission (LLR) mencegah packet loss saat terjadi link flap dan memangkas downtime layanan klaster hingga 100 jam per tahun. Huawei juga memperkenalkan switch NPO CloudEngine XH9300-EN yang dikembangkan sepenuhnya secara internal dengan tiga terobosan utama. Pertama, desain sumber cahaya terpusat menurunkan konsumsi daya interkoneksi dari 1.000 W menjadi 600 W sehingga biaya listrik klaster dapat ditekan. Kedua, arsitektur yang mendekati packaged architecture ini mengurangi latensi konversi optik-elektrik sebesar 180 ns, serta menekan latensi single-node hingga 26%. Ketiga, struktur pluggable snap-fit membuat perangkat dapat diganti langsung di lokasi sehingga waktu pemulihan gangguan terpangkas dari hitungan hari menjadi hitungan jam.
  • Keamanan: Solusi Three-Layer Security Guardrail Huawei melindungi sistem dari pencurian hashrate, prompt injection, dan model poisoning. Network Guardrail dilengkapi model deteksi cryptojacking terintegrasi dengan tingkat deteksi hingga 95%, serta kemampuan memblokir trafik berbahaya dalam hitungan milidetik. Agent Guardrail menangkal serangan prompt injection dengan akurasi 95% dan latensi di bawah 150 ms. Sementara itu, Host Guardrail memantau proses berbahaya secara real-time dengan penggunaan CPU di bawah 1%. Ketika diimplementasikan di lokasi milik pelanggan, solusi ini mengidentifikasi 415 kerentanan berisiko tinggi dan 322 insiden ancaman hanya dalam tujuh hari pertama. Dengan memanfaatkan AI untuk melindungi AI, solusi tersebut turut menjaga produksi token tetap aman.

Stellar AI WAN

  • Konektivitas cerdas: Komputasi lintaswilayah masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penurunan efisiensi yang signifikan, tingginya biaya on-premises, hingga mahalnya jaringan privat. Untuk mengatasinya, Solusi Stellar AI WAN dari Huawei mendukung pengiriman daya komputasi tanpa kehilangan paket (lossless) hingga jarak lebih dari 1.000 km. Algoritma lossless Starnet meniadakan packet loss dalam transmisi jarak jauh dan meningkatkan efisiensi komputasi jarak jauh hingga lebih dari 95%. Perangkat komputasi-jaringan XH menggunakan algoritma layerwise model partitioning untuk menjalankan lapisan awal dan akhir secara lokal, sementara jaringan hanya mengirimkan vektor berdimensi tinggi. Pendekatan ini menjaga data mentah tetap sepenuhnya bersifat on-premises, serta memangkas biaya awal xPU di cabang hingga empat kali lipat. Selain itu, teknologi computation-communication overlapping mengurangi waktu idle bandwidth lebih dari 80% dan menekan kebutuhan bandwidth hingga lima kali lipat.
  • Keamanan: Teknologi pertahanan WAN multidimensi Huawei menangkal vektor serangan baru, termasuk APT dan HNDL. Pada lapisan perangkat, intrinsic security board memblokir intrusi secara real-time, melacak ancaman dalam hitungan menit dengan akurasi lebih dari 95%, serta memvisualisasikan jalur serangan hingga 100 hop. Pada lapisan link, QKD terintegrasi menyediakan keamanan kuantum yang kuat tanpa memerlukan perangkat tambahan. Teknologi ini memangkas biaya konstruksi lebih dari 60%, serta memperluas jarak transmisi hingga 80 km. Pada lapisan jaringan, data fencing berbasis APN6 memfasilitasi pengendalian jalur trafik di seluruh jaringan sehingga data sensitif dapat beredar secara aman.

Stellar AI Campus Network

  • Konektivitas cerdas: Tingkat adopsi agen AI oleh klien perusahaan diperkirakan mendekati 50% pada tahun ini. Kondisi tersebut membuat pengelolaan dan pemeliharaan (O&M) secara manual tidak lagi memadai untuk mendukung operasional 24/7 sehingga pemulihan gangguan dalam hitungan menit menjadi kebutuhan. Menjawab tantangan ini, Huawei meningkatkan otonomi jaringan di berbagai skenario yang mencakup data, model, dan perangkat. Teknologi network awarenessproprietary mengumpulkan lebih dari 25 jenis data khusus dengan siklus pengambilan sampel 100 ms guna mendeteksi anomali secara presisi. Algoritma Deep Causal Pruning (DCP) mengoptimalkan model AI, mengurangi kesalahan inferensi lebih dari 20%, serta meningkatkan akurasi pemecahan masalah hingga 95%. Teknologi simulasi terdistribusi iFlow 2.0 memastikan jalur inferensi terus diverifikasi selama 24/7. Dengan kemampuan tersebut, operasi jaringan berbasis AI dapat diterapkan di seluruh level, sedangkan MTTR terpangkas menjadi kurang dari lima menit. Di sisi lain, kualitas layanan tetap terjaga untuk kebutuhan yang sangat kritis.
  • Keamanan: Perusahaan saat ini menghadapi tantangan dumb terminal yang rentan disusupi serta interaksi berbahaya yang tersembunyi oleh agen AI. Solusi Stellar AI Campus Network Asset Security 2.0 dari Huawei mengatasinya melalui perlindungan kolaboratif antara endpoint dan jaringan. Dengan menanamkan AI micro-model ke dalam switch, solusi ini memangkas waktu deteksi ancaman pada dumb-terminal dari lima menit menjadi kurang dari 10 detik. Didukung small model AI Core proprietarydan large model NPU berbasis semantik, solusi ini merekonstruksi seluruh skenario interaksi agen AI dan meningkatkan tingkat deteksi perintah berbahaya hingga 95%. Pendekatan ini menghilangkan risiko tersembunyi sekaligus melindungi jaringan dan layanan kampus.

Ke depan, Huawei akan terus mengembangkan produk dan solusi Stellar AI Network yang sejalan dengan visi "AI for All, All on Secure IP". Bersama pelanggan dan mitra, Huawei akan memaksimalkan nilai tambah dari setiap koneksi pada era AI.


Sumber: prnasia.com

PR Newswire

Penafian: Artikel ini berasal dari pihak ketiga. Segala isi pemberitaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga.

Reporter: PR Newswire
Penulis: PR Newswire
Editor: PR Newswire

Berita Terkait

Dua Puluh Tahun Jalur Kereta Qinghai-Xizang: Jalan Menuju Harmoni antara Manusia dan Alam
Huawei Cloud Stack: “All for AI”, Era Baru Teknologi Cerdas
Huawei Luncurkan OceanStor M900 Context Memory Storage, Percepat Inferensi AI pada Pusat Data Hyperscale
HUAWEI eKit Luncurkan Intelligent Office Solution 2.0, Hadirkan Akses Teknologi Cerdas bagi UKM
Manfaatkan Setiap Sinar Matahari, Terangi Wilayah yang Belum Dialiri Listrik: Global Low-Carbon Industry Forum 2026 Bahas Solusi guna Menutup Kesenjangan Akses Listrik
EyeROV: Startup Deep-Tech India Pamerkan Drone Bawah Airnya kepada Para Pemimpin Dunia
Xinhua Silk Road: Tiongkok Buka Kanal Utama dari Sungai ke Laut, Ciptakan Jalur Pintas Perdagangan ke Asia Tenggara
Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:11 WIB

Huawei Hadirkan Stellar AI Network Generasi Baru yang Mendukung Era Agentic AI dengan Konektivitas yang Aman dan Cerdas

Sabtu, 19 September 2026 - 08:18 WIB

Dua Puluh Tahun Jalur Kereta Qinghai-Xizang: Jalan Menuju Harmoni antara Manusia dan Alam

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Huawei Cloud Stack: “All for AI”, Era Baru Teknologi Cerdas

Jumat, 18 September 2026 - 15:24 WIB

Huawei Luncurkan OceanStor M900 Context Memory Storage, Percepat Inferensi AI pada Pusat Data Hyperscale

Jumat, 18 September 2026 - 08:27 WIB

Manfaatkan Setiap Sinar Matahari, Terangi Wilayah yang Belum Dialiri Listrik: Global Low-Carbon Industry Forum 2026 Bahas Solusi guna Menutup Kesenjangan Akses Listrik

Berita Terbaru

Bisnis

Mengenal Platform Trading Online di Era Digital

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:14 WIB

Pers Rilis

Huawei Cloud Stack: “All for AI”, Era Baru Teknologi Cerdas

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:42 WIB