Home / Nusantara

Selasa, 24 November 2020 - 19:29 WIB

Ini, Pesan Wisudawati Universitas Pakuan Terbaik dengan IPK 4.0

Vicihayu Dyah Mulyaningrum dari S2 Administrasi Pendidikan  menjadi wisudawati terbaik Universitas Pakuan (Unpak) Bogor. /Dok. Vici Vicihayu Dyah Mulyaningrum

Vicihayu Dyah Mulyaningrum dari S2 Administrasi Pendidikan menjadi wisudawati terbaik Universitas Pakuan (Unpak) Bogor. /Dok. Vici Vicihayu Dyah Mulyaningrum

APAKABAR NEWS – Vicihayu Dyah Mulyaningrum dari S2 Administrasi Pendidikan dengan predikat Summa Cum Laude IPK 4.0 menjadi wisudawati terbaik Universitas Pakuan (Unpak) Bogor.

Dipimpin Rektor Prof. Dr. H. Bibin Rubini, M.Pd, Unpak mewisuda 731 lulusan, yang terdiri dari: 10 Doktor S3, 50 Magister S2, dan 671 Sarjana S1 dari Pascasarjana, Vokasi, FH, FE, FMIPA, FISIB, FKIP, dan FT.

Baca Juga:  Siap-siap, Hasil Uji Vaksin Covid-19 Kemungkinan akan Diumumkan Maret 2021

Vicihayu termasuk salah satu yang mengikuti Wisuda Gelombang IV Universitas Pakuan Tahun 2020 secara daring dan luring, pada Selasa, 24 November 2020.

Wanita cantik berusia 28 tahun ini berhak meraih predikat wisudawati terbaik atas ketekunannya selama kuliah dan prestasi akademik yang diperolehnya.

Baca Juga:  1 Terkait Persetubuhan dan 6 Aniaya Korban, Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Malang

Sebagai refleksi kelulusan ini pula, Vici menegaskan pentingnya mengimplementasikan visi dan misi ke depan sebagai tanggung jawab keilmuan kepada masyarakat.

Sebagai wisudawati terbaik, Vici menyatakan semoga momen wisuda dapat menjadi momen bagi tiap wisudawan untuk berbuat lebih baik dalam kehidupan nyata.

Baca Juga:  Pemkab Lumajang Siapkan Jaringan Listrik pada Kawasan Relokasi dan Huntara Semeru

Juga menjadi alumni yang eksklusif, yaitu bertindak sebagai individu yang terdidik, santun dan mampu memberikan kebermanfaatan kepada sesama seperti visi Univeristas Pakuan yang unggul, mandiri, dan berkarakter.

Share :

Baca Juga

Nusantara

Kronologi Anak Bunuh Ibu, Ayah dan Kakak Kandung Menggunakan Pisau Dapur

Nusantara

Dibangun pada Tahun 1911, Gedung Lindevetes Itu Masih Gagah dan Digunakan untuk Kantor

Nusantara

Jumlah Pengungsi Mencapai 19.435 Orang, Pascagempa M6,2 Sulawesi Barat

Nusantara

Bertambah Lagi, Jadi 81 Orang Meninggal Akibat Gempa M6,2 di Sulawesi Barat

Nusantara

Peduli Sepak Bola, Yayasan Arnoldus Wea Support Dana untuk Liga Pelajar di Ngada

Nusantara

Kunjungi UMKM Sepeda Lokal Berkelas Global, Ini Pelajaran Bisnis dari Kang Yudi

Nusantara

Sempat Tertunda Karena Pandemi, Yayasan Baitul Insan Ar-raasyid Berangkatkan Umrah dan Haji

Nusantara

Pasca banjir Bandang Garut, Akses Jalan ke Desa Cinta, Sudah Bisa Dilalui Kendaraan