APAKABAR NEWS – Sudah beberapa waktu pelayanan air bersih Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor di wilayah Bogor Timur mengalami gangguan pengaliran.
Sungai Cikeas yang merupakan salah satu sumber air baku pada proses pengolahan air khususnya untuk masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bogor (Cileungsi dan Jonggol) mengalami kekeruhan tinggi.
Dari hasil pemantauan Tim Reaksi Cepat Perumda Air Minum Tirta Kahuripan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
diketahui Sungai Cikeas sering mengalami kekeruhan tinggi disebabkan adanya pembangunan beberapa perumahan di bagian Hulu Sungai Cikeas.
Sehingga setiap terjadi hujan di hulu sungai tersebut akan menyebabkan terjadinya limpasan (run off) lumpur tanah yang mencemari badan Sungai Cikeas.
Hal tersebut akan menyebabkan proses produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Putri tidak maksimal karena tingkat kekeruhan lebih dari 10.000 NTU, sedangkan untuk proses produksi normalnya kurang dari 1000 NTU.
Kepada awak media, Rabu (26 April 2022), Direktur Operasional Perumda Air Minum Tirta Kahuripan kabupaten Bogor, Tedi Kurniawan menjelaskan.
Baca Juga:
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Silvio Napoli Menjadi CEO Lucid Setelah Pergantian Kepemimpinan
Untuk mengantisipasi dampak kekeruhan di Sungai Cikeas, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah melakukan beberapa upaya, diantaranya :
Pertama, Telah berkoordinasi dengan pihak eksternal (lembaga terkait) sebagai upaya meminimalisir dampak pembangunan di bagian hulu sungai sebagai sumber air baku.
Kedua, Menggunakan bahan kimia alternatif dalam proses produksi air sehingga proses produksi bisa lebih maksimal.
Halaman : 1 2 Selanjutnya








