Ketiga, Pembentukan tim reaksi cepat untuk antisipasi pengaliran air saat tingkat kekeruhan air tinggi.
Keempat, Penanggulangan sementara kebutuhan air bersih melalui pendistribusian air bersih mobil tangki.
Kelima, Segera membangun bangunan pra sedimentasi dengan kapasitas yang lebih besar di Instalasi Pengolahan Air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tedi Kurniawan juga menyampaikan, upaya lain yang akan ditempuh adalah membangun sumur bor di beberapa lokasi sebagai alternatif sumber air baku pengolahan air bersih selain Sungai Cikeas.
“Diharapkan strategi tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga kedepan pelayanan di wilayah Cileungsi dan Jonggol dapat kembali normal seperti yang diharapkan oleh pelanggan,” ucapnya.***
Halaman : 1 2








