Keberadaan ‘Peer to Peer Landing’ Perlu Diantisipasi Perbankan Negara

  • Whatsapp
Anggota Komisi XI DPR RI, Sarmuji. /Dok. dpr.go.id.

APAKABAR NEWS – Anggota Komisi XI DPR RI Sarmuji menilai perbankan negara, khususnya Bank Mandiri dan BNI, perlu mengantisipasi keberadaan model teknologi keuangan (financial technology/fintech) yang saat ini sedang marak di masyarakat, seperti peer to peer landing. 

Sebab, model perbankan berbasis digital tersebut dikhawatirkan menggerus perbankan konvensional yang dikelola oleh negara, termasuk Bank Mandiri dan Bank BNI.

Read More

“Yang ingin saya tanyakan, bisa tidak bank-bank negara yang tergabung dalam Himbara (Himpunan Bank Negara) itu membuat produk yang kira-kira setara dengan model peer to peer landing itu,” tanya Sarmuji dalam dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PT. Bank Mandiri Tbk dan Direktur Utama PT. BNI Tbk, yang dilaksanakan secara virtual, Kamis 4 Februari 2021.

Ditambahkan Sarmuji, peer to peer landing memang memiliki akses keuangan dan pelayanan yang mudah bagi masyarakat.

Namun, di sisi lain, menurutnya, memiliki bunga yang tinggi hingga 150-200 persen.

“Bisa tidak, Bank Mandiri dan BNI itu membuat model fintech dengan kecepatan dan kemudahan pelayanan tapi dengan suku bunga yang lebih rendah daripada peer to peer landing itu,” jelas Sarmuji.

BACA JUGA: Businesstoday.id, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar dunia ekonomi dan bisnis.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng menegaskan keberadaan peer to peer landing dapat merusak pasar yang selama ini telah dimiliki perbankan negara.

Related posts