KLHK Sebut Luas IPPKH Tambang di Kalimantan Selatan Hanya 5,79 Persen

  • Whatsapp
Ilustrasi Pertambangan. /Pixels.com/Tom Fisk.

APAKABAR NEWS – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan luas total kawasan hutan di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini mencapai 1.664.000 hektare (Ha).

Dari luas hutan tersebut, sekitar 950.800 Ha merupakan kawasan hutan lindung dan produksi.

Read More

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, KLHK Nunu Anugrah menegaskan penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan di luar sektor kehutanan untuk mendukung pembangunan, dilakukan melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

“Data IPPKH aktif di Provinsi Kalsel sampai dengan tahun 2020 ada sebanyak 93 unit dengan luas kurang lebih 56.243 Ha (5,92 dari luas kawasan hutan lindung dan hutan produksi), yang terdiri dari IPPKH Non Tambang (pembangunan jalan umum, jalan tol, dan jaringan komunikasi) sebanyak 6 unit dengan luas kurang lebih 1.165 Ha dan IPPKH pertambangan (Batubara, Bijih Besi dan Galian C) sebanyak 87 unit seluas kurang lebih 55.078 Ha (5,79 dari luas kawasan hutan lindung dan hutan produksi),” jelas dia dalam keterangan tertulis yang didapat InfoPublik di Jakarta, Senin 25 Januari 2021.

Dia menjelaskan dari 87 unit IPPKH Pertambangan eksisting di Kalsel, 55 unit IPPKH dengan luas kurang lebih 43.744 Ha, terbit sebelum 20 Oktober 2014 (30 unit IPPKH seluas 19.209 Ha telah dilakukan perpanjangan atau revisi IPPKH).

Sementara IPPKH yang terbit setelah 20 Oktober 2014 sampai dengan 2020 sebanyak 32 unit, dengan luas kurang lebih 11.334 Ha.

Berdasarkan data penutupan lahan KLHK tahun 2019, dari total IPPKH pertambangan di Provinsi Kalimantan Selatan seluas kurang lebih 55.078 Ha yang terindikasi telah beraktivitas di lapangan adalah seluas kurang lebih 30.841 Ha.

Related posts