APAKABARNEWS.COM – Perang antara Rusia dan Ukraina yang melibatkan negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) saat ini meluas ke negara-negara timur lainnya.
Sebut saja China dan Taiwan yang dipicu oleh kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan awal Agustus lalu.
Kemudian lebih jelas lagi saat kapal pesiar milik oligarki Rusia keluar masuk pelabuhan di Hongkong yang membuat berang barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara pimpinan Hongkong John Lee mengatakan pada Selasa (11/10/2022) bahwa “tidak ada dasar hukum” bagi kota itu untuk bertindak atas sanksi Barat”.
Dan Hongkong berada di bawah yurudiksi China yang merupakan sekutu dari Rusia tentunya tidak mau mengikuti keinginan AS.
Terakhir kemarin tanggal 2 Nopember 2022 ada upaya saling serang antara Korea Utara dan Korea Selatan.
Korea Utara terpancing dengan kegiatan latihan militer antara AS dengan Korsel.
Baca Juga:
Cara Membuat Brand Anda Disebut ChatGPT: Panduan Praktis untuk Bisnis Indonesia
5 Tanda Agency Digital Anda Sudah Siap Menghadapi Era Pencarian AI
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
Korut yang merasa terancam dengan aktivitas militer tersebut menjadi berang hingga terjadilah tembak-menembak rudal balistik termasuk rudal yang melintas keperairan di Jepang.
Kejadian-kejadian ini menimbulkan situasi geopolitik dunia semakin buruk dan akan sangat berdampak secara global terutama dari sisi ekonomi.
Benang merah konflik-konflik ini selalu ada AS di dalamnya, seolah-olah menjadi penyulut disetiap konflik yang terjadi.
Perang dagang antara AS dan China tampaknya akan berujung kepada perang fisik sekutu-sekutu yang menjadi proxy AS.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Tidak bisa dipungkiri bahwa perang adalah windfall profit bagi negara-negara produsen persenjataan khususnya Amerika Serikat.
Semakin gencar perang terjadi semakin menguntungkan bagi negara-negara produsen persenjataan tersebut.
Belum lagi bagaimana Rusia menawarkan minyak mentah dengan harga rendah dari harga minyak dunia menjadi magnet banyak negara untuk membeli minyak mentah dari Rusia.
Secara gradual geopolitik terpolarisasi menjadi Timur dan Barat dengan ruang lingkup yang lebih luas.
Diprediksi eskalasi ketegangan antara Timur dan Barat ini akan semakin naik.
Dilihat dari peta geopolitiknya negara-negara sekutu timur dan barat akan semakin meluas
Baca Juga:
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
Menyeret negara-negara lainnya dalam konflik ini sehingga semua negara harus bersiap terkena dampak dari konflik ini.
Ini menjadi PR besar bagi Indonesia untuk bisa bertahan dari imbas konflik yang sedang terjadi.
Situasi geopolitik yang makin terpolarisasi ini jangan sampai Indonesia ikut terprovokasi dan terperosok dalam konflik ini.
Secara ekonomi dan pertahanan Indonesia sangat tidak siap dengan resikonya. Rakyat akan menjadi korban.
Selama Indonesia bisa menjaga netralitas maka ekonomi Indonesia tidak akan terlalu terpuruk. Indonesia tidak siap dengan cost perang.
Jika ini terjadi maka dipastikan banyak persoalan-persoalan pelik di negara ini semakin tidak bisa diselesaikan seperti persoalan melemahnya situasi ekonomi negara.
Indonesia mempunyai moment strategis untuk berperan dalam upaya meredakan ketegangan yaitu melalui event Presidensi G20.
Peranan ini adalah amanat konstitusi yang harus dijalankan dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia.
Ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya mengingat konflik ini sangat berdampak kepada situasi ekonomi secara global, khususnya ke negara-negara anggota G20.
Oleh: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute. ***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat











