“Indonesia perlu segera menangkap peluang ini dengan memperkuat kerja sama di beberapa sektor strategis. Misalnya terkait investasi bidang energi terbarukan dan ekonomi digital yang juga sejalan dengan fokus pemerintahan Presiden Jokowi.”
“Apalagi hal tersebut juga telah didukung dengan komitmen dalam penataan regulasi dan kelembagaan melalui UU Cipta Kerja dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi. Kami yakin hal ini dapat menjadi instrumen penting dalam upaya memulihkan perekonomian Indonesia dan memperkuat hubungan bilateral dengan pemerintah AS,” ujar Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.
Lebih lanjut, Puteri pun menekankan pentingnya menjaga hubungan diplomatik di bidang ekonomi yang harmonis antara Indonesia dan AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini lantaran AS menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar atas produk Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2020, pangsa ekspor non migas Indonesia ke AS mencapai nilai 1,87 miliar dolar AS.
“Pelaku pasar kita sudah harus mulai jeli melihat kebutuhan pasar. Tidak hanya nilai ekspor, kita perlu pastikan kualitas dan jenis barang ekspor tersebut terjaga dan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan,” ungkap Puteri.”
“Menutup keterangannya, Puteri juga kembali menyoroti peran strategis diplomasi parlemen dalam membangun dan mendukung peningkatan hubungan dagang tersebut.
Baca Juga:
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








