Meniti Jejak Nabi Ibrahim AS yang Mengorbankan Anak Satu-satunya untuk Allah SWT

- Pewarta

Jumat, 4 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada surat An-Nisa ayat 125 Nabi Ibrahim dijuluki, (khalilaa) dengan kekasih Allah swt. /Pixels.com/pixabay.

Pada surat An-Nisa ayat 125 Nabi Ibrahim dijuluki, (khalilaa) dengan kekasih Allah swt. /Pixels.com/pixabay.

Kemudian menduga matahari adalah tuhannya karena dia besar. Tapi hati kecilnya kembali mengangkal. Tuhan tidak mungkin tenggelam. Sampai akhirnya Nabi Ibrahim menghadapkan wajahnya dengan kepasrahan kepada Allah swt. Bahwa Allahlah pencipta langit dan bumi ini.  (surat Al-an’am ayat 76-79). Pada ayat lain logika ketuhanan Nabi Ibrahim tunduk setelah ia menyaksikan Allah swt menghidupkan hewan yang mati. Menurut Syeh Muhammad Mutawalli Sya’rawi dalam tafsirnya Sya’rawi. Hewan tersebut adalah “burung”. 

Bukan tanpa alasan Nabi Ibrahim bertanya seperti itu kepada Allah swt. Nabi Ibrahim bertanya seperti itu bukan berarti ia ingin mengingkari Allah swt tapi sebaliknya ia ingin memantapkan hatinya dengan keyakinan yang sempurna.

Hal ini berbanding terbaik dengan para pencari Tuhan tapi lupa dengan Tuhannya sendiri. Sehingga akhirnya mereka sesat di dalam pikiran mereka sendiri. Inilah yang terjadi pada orang-orang yang tidak ingin beriman kepada Allah swt dan Rasul-Nya Muhammad saw. Padahal jelas mereka mengetahui Muhammad seperti mengetahui anaknya sendiri.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, Nabi Ibrahim as contoh the good father zaman now, dalam mendidik anaknya ia mengutumakan untuk bicara dari hati ke hati. Kita masih ingat dengan mimpi Nabi Ibrahim bahwa ia akan menyembelih Isma’il. Dengan perkataan yang lembut ia mengucapkan perintah itu.“Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash Shaaffaat: 102).

Pada ayat tersebut Nabi Ibrahim tidak langsung mengatakan untuk menyembelihnya. Tapi mengajak Ismail berdialog dahulu. “fangzdur mazda tara”, apa pendapatmu tentang perintah itu. Dengan tenang ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu.”Jawaban itu bukan jawaban biasa untuk anak kecil seperti Ismail. 

Ia mengerti bahwa ayahnya seorang Nabi yang dibebani dengan tugas ketuhanan yang tidak mudah. Dengan yakin ia menjawab bahwa ia sanggup dengan cobaan penyembelihan itu. Dan akhirnya Allah swt mengabadikan kejadian tersebut sebagai hari raya Qurban, sebagai tanda Cinta Nabi Ibrahim kepada Allah swt. Dengan Cinta lebih besar dari pada yang lain.

Hal inilah yang harus kita tiru dari Nabi Ibrahim as dalam mendidik anaknya. Ia mengajak berdialog ketika anak urusan yang berkenaan dengan perintah Tuhan. Dialog seorang ayah kepada anak adalah bentuk perhatian. Anak merasa dihargai. Terlebih lagi bila pendapat yang ia utarakan kita apresiasi. 

Berita Terkait

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik
Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:56 WIB

6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jaringan AI-Optik Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru di Era AI

Jumat, 26 Jun 2026 - 07:44 WIB

Pers Rilis

Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Tanah Air

Jumat, 26 Jun 2026 - 06:31 WIB