Ia tetap memberikan nasehat yang lembut kepada ayahnya. Walaupun ayahnya sendiri menolak mentah-mentah apa yang disarankan oleh Nabi Ibrahim salah satunya, agar ayahnya bertaubat dari menyembah patung.
Karena sesungguhnya ia telah menyembah setan. Setan itu sangat durhaka kepada Allah swt. Maka saat itulah ayah Ibrahim naik pitam dan marah besar. Bahwa ia akan merajam Nabi Ibrahim. Tapi apa jawaban Ibrahim dengan sangat lembut ia mengatakan:”Semoga keselamatan menyelimuti engkau. Aku akan memohon ampunan bagimu kepada Tuhanku.” (maryam:42-50)
Kelima, sisi penting yang dapat kita jadikan kompas kehidupan bagi kita dari Nabi Ibrahim as selanjutnya. Totalitas dalam beribadah. Artinya apa? ibadah Ibrahim selalu menyempurnkan ibadahnya kepada Allah swt. Tidak perduli amalan itu besar dan kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nabi Ibrahim totalitas dalam mengerjakannya. Dalam Al-Quran Allah menyebutnya, “faatamma hunna”. Sehingga Allah swt menjadikan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin umat manusia, dan begitu juga untuk anak cucunya nanti.(QS. Al-Baqaroh ayat 124)
Itulah contoh ajaran taqwa yang Nabi Ibrahim yang wariskan kepada kita dalam Al-Quran.
Taqwa itu bukan hanya menghadapkan wajah-wajah kamu ke timur dan barat.
Tapi taqwa yang sesungguhnya adalah beriman kepada Allah swt, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabinya serta memberikan harta yang dicintainya kepada para kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang dalam perjalanan,peminta-minta, dan memerdekan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji dan orang yang sabar dalam musibah dan peperangan mereka itulah orang-orang yang benar dan itulah tanda ketaqwaan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya








