Menteri Bahlil Lahadalia Targetkan Investasi Indonesia Tahun 2023 Capai Rp1.400 Triliun

- Pewarta

Selasa, 27 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Investasi RI/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Dok. Kominfo.go.id)

Menteri Investasi RI/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Dok. Kominfo.go.id)

APAKABAR NEWS – Pemerintah menargetkan dapat mencapai realisasi investasi senilai Rp1.400 triliun pada tahun depan.

Penambahan target investasi dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

Menteri Investasi RI/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan target investasi hingga akhir tahun itu masih berjalan sesuai rencana.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kuartal II-2022, capaian realisasi investasi telah mencapai 48,7 persen atau senilai Rp584,6 triliun.

“Penambahan target investasi juga dilakukan karena penetapan defisit APBN RI kembali ke angka normal sebelum pandemi, yakni di bawah 3 persen.”

“Untuk itu, diperlukan tambahan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) guna menjaga pertumbuhan ekonomi,” ujarnya lewat keterangannya, Senin 26 September 2022.

Ia mengatakan, dari komposisi investasi yang masuk, paling banyak dari penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI). Dibandingkan dengan modal dalam negeri (PMDN).

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa mengatakan, pihaknya masih akan terus berupaya mencari jalan lain.

Dikarenakan target realisasi investasi yang ditetapkan pada tahun 2023 sangat besar, namun sebaliknya anggaran tersebut malah mengalami penurunan.

Tentu Kementerian Investasi/BKPM menghargai dan mengapresiasi apa yang sudah diputuskan, tapi jika ditanyakan butuh upaya lain tentu betul.

Karena targetnya tidak kecil sama sekali, tahun ini saja sudah naik 30 persen dari tahun lalu.

Namun, pihaknya tentu masih optimistis untuk mengejar target Rp1.400 triliun di 2023. Untuk itu diperlukan upaya-upaya lain untuk menuju optimisme tersebut.

“Tapi menuju optimisme itu juga perlu upaya optimistis sehingga kami akan terus berupaya yang lain. Agar kebutuhan anggaran Rp1,09 triliun juga bisa tercukupi dengan target yang besar,” katanya.

Untuk diketahui, sepanjang Januari-Juni 2022, BKPM mencatat, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) melonjak 35,8 persen secara tahunan menjadi Rp310,4 triliun.

Sedangkan, PMDN tercatat naik 28 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, menjadi sebesar Rp274,2 triliun.

Secara total, realisasi investasi semester-I 2022 secara tahunan naik 32 persen menjadi Rp584,6 triliun. Sebanyak 53,1 persen berasal dari PMA dan PMDN berkontribusi 46,9 persen.***

Berita Terkait

Delapan Rencana Aksi OJK Didukung PROPAMI, Fokus Benahi Pasar Modal
Menukar Mata Uang Lebih Mudah dan Menguntungkan bersama Dolarindo Money Changer
SeedBacklink Summit 2026 Berikan Penghargaan Blogger Terpopuler 2025
Beli Domain sebagai Langkah Awal Membangun Aset Digital
Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional
Bisnis Bitcoin Banyak Diminati, Saatnya Belajar Bisnis Crypto
Alat Marching Band Menjadi Pilar Kesuksesan Perkusi dan Parade di Indonesia
Binatu: Solusi Cerdas untuk Mengelola Usaha Laundry di Era Digital

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 12:46 WIB

Delapan Rencana Aksi OJK Didukung PROPAMI, Fokus Benahi Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:12 WIB

Menukar Mata Uang Lebih Mudah dan Menguntungkan bersama Dolarindo Money Changer

Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:48 WIB

SeedBacklink Summit 2026 Berikan Penghargaan Blogger Terpopuler 2025

Rabu, 17 Desember 2025 - 06:41 WIB

Beli Domain sebagai Langkah Awal Membangun Aset Digital

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:29 WIB

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB

Pers Rilis

Desay SV Pamerkan Inovasi Mobilitas Berbasis AI di AEE 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:27 WIB