APAKABARNEWS.COM – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengungkap, untuk menjadi seorang taruna maupun taruni di Akademi Militer tidaklah mudah.
Pasalnya, mereka harus melalui serangkaian ujian dan tes hingga akhirnya dinyatakan bisa mengikuti pendidikan di Akademi Militer (Akmil).
Untuk itu, Prabowo menyebut para taruna dan taruni Akmil sebagai orang-orang yang terpilih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu ditegaskan Prabowo dalam sambutannya usai makan siang bersama pada acara reuni emas Akabri tahun 1970-1973.
- Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
- Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
- UI Innovation Festival 2026 Digelar di Gandaria City, Ada Pameran Riset hingga Kolaborasi Internasional
Bertajuk “Reuni Emas 50 Tahun Cadaka Dharma: Menguak Memori, Merajut Silaturahmi” yang digelar di Akmil, Magelang, Rabu (13/12/2023).
Baca artikel lainnya di sini : Prabowo Subianto Sebut Kehidupan Prajurit TNI adalah Pengabdian dan Pengorbanan Terus Menerus
“Saudara-saudara, para taruna-taruni ini adalah ksatria-ksatria yang dipilih dari seluruh rakyat Indonesia. Pemuda-pemudi terpilih.”
Baca Juga:
Satria Muda Jadi Klub Pertama yang Raih Dua Trofi IBL All Indonesian
Yokogawa Raih Hibah Energy Grid 3.0, Dorong Peran Industri dalam Transisi Energi Singapura
“Terpilih kecerdasannya, terpilih fisiknya, terpilih kepribadiannya, dan di Lembah Tidar ini, kalian akan digembleng,” ungkap Prabowo.
“Dan pada saatnya kalian akan dididik untuk memimpin. Memimpin prajurit-prajurit kita, memimpin prajurit-prajurit Indonesia di dalam pertempuran,” sambungnya.
Lihat juga konten video, di sini: Sebanyak 48 Ribu Hektar Lahan di 136 Kbupaten/Kota di 20 Provinsi Alami Gagal Panen atau Puso
Lebih lanjut, Prabowo berpesan kepada para taruna dan taruni Akmil untuk giat belajar serta berlatih.
Baca Juga:
Huawei dan Longgang International Arts Center Perkenalkan Pusat Seni Cerdas Berstandar Global
Bangunan Modular Tarik Minat Pembeli Internasional di Ajang Linyi Sourcing Fair
Agar kelak mereka menjadi personel TNI yang dapat diandalkan negara untuk menjaga kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia.
Pasalnya, tidak ada negara yang mampu bertahanan dari gangguan apabila tentaranya lemah.
Selaras dengan hal itu, para prajurit dan tentara di indonesia harus dipimpin oleh para pimpinan TNI, yang kata Prabowo, juga harus kuat.
Untuk itulah, Akmil hadir untuk mendidik mereka menjadi calon pemimpin di masa depan.
“Saudara-saudara sekalian, kita bangsa yang tidak suka perang, kita bangsa yang cinta damai.”
“Tapi, demi kemerdekaan, demi kedaulatan, kita harus rela bilamana ada yang ingin menjajah kita.”
Baca Juga:
SKYWORTH Solar Luncurkan Solavita, Merek Solusi “Smart Microgrid” untuk Pasar Global
Shenzhen Perkenalkan Lagu Tema dan Video Musik Kota Tuan Rumah APEC China 2026
“Ada yang ingin menduduki kita, ada yang ingin merampas kekayaan dan hak-hak kita,” jelasnya.
“Tidak ada negara yang kuat, tidak ada negara yang survive tanpa tentara yang kuat.”
“Tidak ada tentara yang kuat tanpa pemimpin-pemimpin tentara yang kuat, tanpa perwira-perwira yang kuat”.
“Karena itu nikmatilah masa-masamu di sini,” sambung Prabowo.
Para taruna dan taruni Akmil juga diharapkan oleh Prabowo untuk meneladani setiap hal-hal baik dan prestasi yang telah ditorehkan oleh para senior mereka.
Prabowo berharap, hal-hal itu dapat dijadikan sebagai motivasi.
“Serap ilmu yang diberikan, lihat dan contoh putra-putri terbaik bangsa. Mereka tidak pernah berhenti berbakti kepada negara dan bangsa.”
“Sampai hari ini, mereka tetap berbakti kepada negara dan bangsa. Ini adalah hasil gemblengan Lembah Tidar,” pungkasnya.
Selain Menhan Prabowo, acara ini turut dihadiri oleh Alumni Akabri 1970-1973 di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Juga Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto (Panglima TNI periode periode 2006-2007), serta Jenderal Pol (Purn.) Sutanto (Kapolri periode 2005-2008).***












