Home / Megapolitan

Selasa, 12 Januari 2021 - 11:06 WIB

PSBB Ketat di Jakarta, Ditlantas Polda Perketat Pengawasan di Terminal Bus

Polda Metro Jaya Kombes Pol, Sambodo Purnomo Yogo. /Dok. tribratanews.polri.go.id.

Polda Metro Jaya Kombes Pol, Sambodo Purnomo Yogo. /Dok. tribratanews.polri.go.id.

HALLO – Diberlakukannya PSBB ketat di Ibu Kota membuat sejumlah aturan kembali diberlakukan, antaranya kapasitas angkutan umum yang diizinkan hanya 50%.

Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengawal kebijakan tersebut.

Baca Juga:  Hanya Karena Uang Rp100 Ribu, Pria Ini Tega Memalak Penjual Warteg

Direktur Lalu Lintas Polda Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan,polisi akan mengetatkan pengawasan di terminal-terminal.

“Kita akan memeriksa terminal-terminal dan stasiun untuk memastikan bahwa angkutan 50%,” kata Sambodo kepada wartawan Senin 11 Januari 2021..

Baca Juga:  Masih Didalami, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Bayur Tangerang

Dia menegaskan, dengan adanya aturan tersebut diharapkan bisa ditaati oleh para sopir angkot serta pengusaha angkutan kendaraan umum.

Baca Juga:  Unggul Hitung Cepat Pilkada Depok, Idris-Imam Deklarasikan Kemenangan

Namun, terkait sanksi yang diberikan kepada pelanggar aturan tersebut, Sambodo mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan pemprov DKI Jakarta terkait hal tersebut.

“Kalau sanksi nanti kita akan kordinasikan lagi,” tegasnya.

Share :

Baca Juga

Megapolitan

KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan Bupati Kabupaten Bogor Ade Munawaroh Yasin

Megapolitan

Polisi Ungkap Motif Istri Bakar Suaminya di Ciputat, Begini Kronologinya

Megapolitan

Oknum Polsek Kalideres Ini Bunuh Anggota TNI dan Warga Sipil, Hukum Mati Saja

Megapolitan

Posisinya Sangat Strategis, Sayang Bangunan Tua Eks Karesidenan Itu Masih Kosong

Megapolitan

Tokoh Masyarakat Selatan Kabupaten Bogor Minta Kinerja Pegawai DPUPR Dievaluasi

Megapolitan

Dari Binnenhof Hotel hingga Markas Kempetai, Akhirnya Menjadi Hotel Salak The Heritage

Megapolitan

Museum Seni Rupa dan Keramik Ini Sempat Jadi Gedung Kehakiman di Jaman Belanda di Tahun 1870

Megapolitan

Penataan Simpang Empat Ciawi, Perlu Kolaborasi Antar pihak