Puan Serukan DPR Turun Tangan Hadapi Resesi, Tapi Banyak Produk UU DPR yang Percepat Resesi

- Pewarta

Kamis, 6 Oktober 2022 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR RI Puan Maharani. (Instagram.com/@puanmaharani)

Ketua DPR RI Puan Maharani. (Instagram.com/@puanmaharani)

APAKABAR NEWS – Ancaman Resesi ekonomi global tahun 2023 semestinya memberikan kesadaran kepada penyelenggara negara.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Bahwa saat ini bukan saatnya untuk menggunakan APBN untuk proyek-proyek yang tidak produktif menghasilkan pendapatan negara.

Peningkatan suku bunga sudah mulai dilakukan oleh bank-bank sentral sebagai treatment untuk mengatasi inflasi.

Akan ada kondisi yang memaksa bank sentral untuk meningkatkan suku bunya secara ekstrim.

Hal ini secara tidak langsung memicu kepada resesi ekonomi global. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam laporan Bank Dunia mengenai resesi global yang akan terjadi.

Media memberitakan bahwa Ketua DPR Puan Maharani menyerukan DPR untuk turun tangan menghadapi ancaman resesi global. Dia menyampaikan hal ini dalam pertemuan P20.

Dalam forum ini Puan Maharani menuturkan perlunya penguatan implementasi ekonomi digital dan ekonomi hijau menjadi ekosistem yang inklusif.

Melalui implementasi mengembangkan kemudahan berusaha, bank digital, pajak karbon, dan energi baru dan terbarukan.

Ini juga harus dikritisi karena pada kenyataannya DPR saat ini gampang meloloskan UU yang justru merugikan ketahanan ekonomi negara.

Sehingga imunitas keuangan negara bisa rapuh dan menambah kerentanan negara dalam menghadapi resesi global.

Sebut saja salah satunya adalah Royalti 0% dari pengusaha batu bara yang dituangkan dalam Pasal 39 UU Omnibus Law Cipta Kerja. Juga UU IKN yang minim proyeksi pendapatannya terhadap APBN.

Dalam hal ekonomi hijau dan energi baru dan terbarukan pun saat ini masih belum ada dorongan signifikan dari DPR.

Kenyataannya saat ini masih tergantung dari import BBM. Saat ini mulai digalakan kendaraan energi listrik.

Dan beberapa waktu yang lalu diberitakan bahwa ada kelebihan quota listrik yang belum terdistribusikan sehingga ada upaya untuk menghilangkan daya 450VA.

Persoalannya adalah, energi listrik sendiri 60% menggunakan bahan bakar batubara yang tingkat polusinya sangat tinggi.

Sementara DPR kurang mendorong agar BUMN Pertamina bisa memproduksi Biofuell yang semestinya ini menjadi solusi dalam penyediaan energi baru terbarukan.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Intinya seruan-seruan yang disampaikan Ketua DPR Puan Maharani masih belum sinkron dengan kiprah DPR selama ini.

Dimana regulasi-regulasi yang disyahkan lebih mempercepat terjadinya resesi.

Opini: Ahmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Bertekad Wujudkan Kedaulatan Pangan, Wamentan Sudaryono: Sektor Pertanian Penting untuk Ditingkatkan
4 Perusahaan Pembiayaan Diakuisisi Sejumlah Investor Asing dari Korea Selatan, Hong Kong dan Jepang
BNSP Turut Hadir: Standar Kompetensi Baru di Industri Jasa Keuangan di Konvensi Nasional
Pelantikan DPW PROPAMI Jambi Raya 2024-2027: Dukung Peningkatan Kompetensi WPPE
Bapanas Ingin Petani Happy, Pabrik Gula Semakin Modern, dan Kebutuhan Dalam Negeri Tercukupi
Valuasi Saham Kapitalisasi Besar yang Sedang Diskon Menjadi Daya Tarik Utama Investor di Tengah Sentimen Stagnan
LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Berdiri: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Pasar Internasional
Optimisme Pasar Naik, CSA Index Juni 2024 Mencapai 60: Pelaku Pasar Yakin IHSG Akan Menguat
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:37 WIB

Empat Hari Pelatihan Auditor Sistem Manajemen Mutu, BNSP Berhasil Tingkatkan Kompetensi 40 Peserta LSP

Senin, 24 Juni 2024 - 19:21 WIB

BNSP Gelar Diskusi Panel di Rakor LSP P2 UPTP, Fokus pada Kebijakan dan Strategi Sertifikasi Kompetensi

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:56 WIB

Peran Penting LSP Pustakawan Dalam Menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Bagi Profesi Pustakawan

Sabtu, 11 Mei 2024 - 19:01 WIB

Ketua BNSP Dukung Penuh Acara Halal Bihalal & Webinar Master Asesor oleh PMAI

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:51 WIB

Forum Komunikasi LSP ASTRA Group Jadi Sorotan dalam Diskusi dengan BNSP

Kamis, 25 April 2024 - 13:12 WIB

BNSP: Universitas Pertahanan RI Terima Sertifikasi Licensi dari BNSP

Selasa, 16 April 2024 - 21:19 WIB

Diskusi Strategis: Peran PROPAMI dan LSP Pasar Modal dalam Industri Keuangan di BNSP

Selasa, 16 April 2024 - 06:21 WIB

Menjalin Kerjasama: LSP Perbankan dan Asosiasi Bersatu di BNSP untuk Merayakan Idul Fitri

Berita Terbaru

Xiaomi Redmi Note 12 Pro 5G dapat dibeli di Blibli.com dengan cicilan 0% yang ditawarkan Blibli sebagai bagian dari perayaan ulang tahun mereka. (Dok. Blibli)

Lifestyle

Xiaomi Redmi Note 12 Pro 5G, Semakin Layak Dibeli

Senin, 22 Jul 2024 - 15:40 WIB

Adidas Samba. (Dok. Blibli.com)

Lifestyle

Rekomendasi Adidas Samba: Sejarah dan Pilihan Terbaik di Blibli

Jumat, 19 Jul 2024 - 19:41 WIB