“Memang ada yang datang dari perwakilan PT BAP ke kantor. Tapi sayang nya kepala UPT lagi ke dinas karena ada rapat dan saya juga sedang di luar kantor,” aku Dedi Junaedi, pengawas pengairan Kecamatan Ciawi pada UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III.
Menyikapi pernyataan Bupati Bogor, Ade Yasin yang mengaku belum mengetahui adanya saluran irigasi ditutup oleh pihak perusahaan swasta di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi.
Sangat disayangkan tokoh masyarakat (Tomas) di wilayah selatan, H. Acep Misbahusudur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya saja warga diluar Kecamatan Ciawi, sudah mendengar dan tahu ada saluran irigasi ditutup salah satu pengusaha ekspedisi air minum. Masa bupati belum tahu kalau ada aset pemerintahannya dirusak,” ujarnya.
H. Acep Misbahusudur dengan safaan akrab nya H. Bono itu pun minta agar Bupati Bogor, mengevaluasi kinerja para pegawai di dinas yang saat ini dipimpin R. Soebiantoro.
“Selama ini kinerja pegawai DPUPR apa saja, sampai tidak tahu ada saluran irigasi yang ditutup. Saya rasa bupati harus bersikap tegas kepada bawahannya,” tegasnya.
H. Bono juga mengkhawatirkan, apabila permasalahan penutupan saluran irigasi ini tidak ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Para pengusaha akan seenaknya dan semakin berani merusak aset-aset negara yang tersebar di setiap wilayah Kabupaten Bogor.
“Jika pemerintah diam saja dan tidak ada tindakan, maka akan berpotensi besar terhadap hilangnya aset-aset negara yang ada di Kabupaten Bogor,” Pungkasnya. (Wan)
Halaman : 1 2







