Home / Ekonomi

Jumat, 5 Agustus 2022 - 14:53 WIB

Wanprestasi Terhadap Perusahaan Arab Saudi, PT Zarindah Wajib Ganti Rugi Rp285 Miliar

Penasehat Hukum PT Osos Almasarat International, Yoyo Arifardhani. (Dok. Yoyo)

Penasehat Hukum PT Osos Almasarat International, Yoyo Arifardhani. (Dok. Yoyo)

APAKABAR NEWS – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar mengabulkan gugatan perusahaan Arab Saudi PT Osos Almasarat International atas tergugat PT Zarindah Perdana.

Dalam amar putusan Majelis Hakim perkara bernomor: 392/Pdt.G/2021/PN Mks menyatakan, tergugat PT Zarindah Perdana telah melakukan Wanprestasi kepada penggugat PT Osos Almasarat International.

“Menghukum tergugat untuk membayar sejumlah uang berdasarkan surat pernyataan dan kontrak sebesar Rp. 258.000.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Rupiah), ” kata Majelis Hakim dalam putusannya dalam sidang.

Dengan putusan tersebut, Majelis Hakim memberi waktu kepada kedua belah pihak untuk pikir – pikir selama 14 hari ke depan. Apakah ingin menempuh upaya banding atau menerima putusan tersebut.

Baca Juga:  Dorong Ekonomi, Bank OCBC NISP Dukung Pengusaha Perempuan

“Kalau Zarindah banding, kita juga akan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Selatan, ” kata penasehat hukum PT Osos Almasarat International, Yoyo Arifardhani, Jumat, 5 Agustus 2022.

Diketahui gugatan terhadap PT Zarindah karena dianggap telah melakukan dugaan investasi bodong dari rentan waktu 2015 hingga 2018.

Saat itu, Aldaej Saad Ibrahim selaku Direktur Utama PT Osos menginvestasikan dananya kepada PT Zarindah untuk membangun sebuah perumahan bersusidi yaitu Perumahan Zarindah Garden Pattallassang.

Baca Juga:  KLHK Sebut Luas IPPKH Tambang di Kalimantan Selatan Hanya 5,79 Persen

Namun dari tahun 2015 sampai saat ini PT Zarindah Perdana diduga tidak mengembalikan dana modal pekerjaan yang telah diberikan.

Sehingga PT Osos mengalami kerugian akibat wanprestasi dan diduga juga pula telah melakukan tindak pidana penggelapan.

Yoyo menyebutkan pada tahun 2018, pihak PT Zarindah Perdana sempat mengutarakan iktikad baiknya untuk melunasi pembayaran senilai Rp258 miliar itu secara bertahap hingga akhir tahun.

“Akan tetapi, sampai dengan tenggak waktu yang telah disepakati para pihak, PT. Zarindah Perdana tidak juga mengembalikan dana modal pekerjaan sebesar Rp258 miliar yang telah diberikan oleh klien kami,” ungkap Yoyo.

Baca Juga:  Bahas Umrah dengan Menteri Haji Saudi, Menag Yaqut: Insya Allah akan Ada Kabar Baik

Adapun dasar gugatan PT Osos terkait surat pernyataan PT Zarindah yang dibuat pada 6 Agustus 2018 yang dicatat di notaris di Kabupaten Bogor.

Itu dikuatkan dengan pasal 14 Undang Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan hukum terhadap investor asing termasuk melindungi kepentingan dan hak investor asing dalam menanamkan modalnya di Indonsia.***

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Menteri Sri Sebut Target Penerimaan Pajak Baru Capai 85 Persen atau Rp1.198,8 Triliun

Ekonomi

Wilmar Padi Tak Penuhi Agenda Pemeriksaan Setelah 3 Kali Pemanggilan Kasus Merek Beras

Ekonomi

Menteri Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Pengembangan Potensi Parekraf Bondowoso

Ekonomi

Tugu Insurance Memberi Dukungan Asuransi Terhadap 10,000 Outlet Pertashop

Ekonomi

Kementerian ESDM Targetkan 76 Titik Penyaluran BBM dalam Satu Harga

Ekonomi

Empat Langkah Jitu Memilih Bidang Usaha yang Tepat

Ekonomi

Terkait implementasi Undang Undang Cipta Kerja, Ini Instruksi Menaker Ida Fauziyah

Ekonomi

Peluang Serta Tantangan dalam Era Revolusi Industri 4.0