Karena kesadaranku pada esensi seperti itu, maka kucoba untuk mengistiqamahkan kecongkakan, dan ternyata gampang. Dan sukses.
Gampang sekali aku nglakoni memandang setiap orang jauh lebih tidak bermutu dibanding diriku sendiri. Setiap saat menjaga agar hati memiliki kesadaran, akulah yang paling juara kelas: mamase.
Mungkin tidak gampang buat kalian yang biasa rendah hati. Karena congkak setiap saat itu butuh energi, energi untuk mencari2 argumentasi kelebihan diri kita dibandingkan dengan orang lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dan ternyata, argumentasi itu susah sekali ditemukan, apalagi ketika kita berani berjujur dengan diri sendiri.
Tapi kalau aku, nggak terlalu masalah mencari2 argumentasi itu. Karena hampir semua aspek yang kupunya, dapat kuakui sebagai keunggulan diriku dibandingkan dengan kalian.
Sesekali cobalah tirakat seperti ini, belum tentu kalian sanggup. Gak usah lama2, sejam dua jam saja.
Akui bahwa dirimu adalah representasi dari kesempurnaan. Sejam dua jam saja. Tak jamin angel. Karena aku tahu, kalian terbiasa dengan kerendahan hati. (Oleh: Raden Wisnugroho, entrepreneur dan motivator)
Halaman : 1 2







