Memanfaatkan Keunggulan Indonesia sebagai Produsen Utama CPO

- Pewarta

Senin, 23 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pungutan dana sawit  berasal dari PPN TBS dan bea keluar CPO tidak mampu mensejahterakan petani sawit. /pixabay.com/tristantan.

Pungutan dana sawit berasal dari PPN TBS dan bea keluar CPO tidak mampu mensejahterakan petani sawit. /pixabay.com/tristantan.

Sehingga wajar kalau semua asosiasi petani memprotes, ketika ada tambahan subsidi dana PEN ( Penanggulan Ekonomi Nasional) oleh Pemerintah sebesar Rp 2,78 Triliun baru baru ini.

Bahkan mereka menuduh Pemerintah lebih ingin menyelamatkan konglomerat produsen FAME daripada menolong petani sawit.

Harusnya, untuk menghindari subsidi yang tak perlu, pilihan tehnology memproduksi green diesel bisa dengan memproduksi  HV0 ( Hydrotreated  Vetagable Oil) B100 dari bahan baku langsung dari CPO, minyak goreng bekas dsn rape seed dan lainya, serta  Syntehtic Diesel Oil B100  Euro 5 menggunakan bahan baku TBS, limbah PKS, janjang sawit, pohon sawit tua, plastik bekas, kayu, dan batubara kalori rendah dan lainya. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tehmologi itu sekarang sudah banyak digunakan di negara negara Eropah, kualitasnya green dieselnya sangat istimewa, harganya perliternya juga relatif sangat murah. Hitungan kami harga jual green diesel standar Euro 5 standar EN590  bisa sekitar Rp 7000 perliter modal Pertamina.

BPPT pada November 2017 telah berkunjung ke Jerman dan bertemu DR Koch untuk melihat tehnologi KDV menghasilkan biodiesel, seharusnya demi kepentingan nasional, Kementerian ESDM, Litbang Kementerian Pertanian, BPPT dan Pertamina bisa duduk satu meja membahas program jangka panjang biodisel yang bisa membuat petani sawit, produsen biodiesel dan Pertamina serta negara bisa untung.

Meskipun saat ini masyarakat Eropah telah memboikot produk sawit dan turunannya dengan alasan soal lingkungan, seharusnya Indonesia sebagai produsen sawit terbesar didunia bisa mengembangkan industri hilirnya sampai tingkat lanjut atau oleokimia derivates, selain hanya untuk memproduksi minyak goreng, mentega, bahan baku sabun dan kosmetik, green diesel, green gasoline dan green avtur dengan tehnologi yang tepat.

Akibat kelebihan pasokan CPO saat ini akibat boikot masyarakat Eropah, malah kita mampu membuat terobosan meningkatkan nilai tambah, sehingga tidak mengganggu harga TBS ditingkat petani, maupun harga CPO dipasar internasional.

Berita Terkait

Delapan Rencana Aksi OJK Didukung PROPAMI, Fokus Benahi Pasar Modal
Menukar Mata Uang Lebih Mudah dan Menguntungkan bersama Dolarindo Money Changer
SeedBacklink Summit 2026 Berikan Penghargaan Blogger Terpopuler 2025
Beli Domain sebagai Langkah Awal Membangun Aset Digital
Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional
Bisnis Bitcoin Banyak Diminati, Saatnya Belajar Bisnis Crypto
Alat Marching Band Menjadi Pilar Kesuksesan Perkusi dan Parade di Indonesia
Binatu: Solusi Cerdas untuk Mengelola Usaha Laundry di Era Digital

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 12:46 WIB

Delapan Rencana Aksi OJK Didukung PROPAMI, Fokus Benahi Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:12 WIB

Menukar Mata Uang Lebih Mudah dan Menguntungkan bersama Dolarindo Money Changer

Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:48 WIB

SeedBacklink Summit 2026 Berikan Penghargaan Blogger Terpopuler 2025

Rabu, 17 Desember 2025 - 06:41 WIB

Beli Domain sebagai Langkah Awal Membangun Aset Digital

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:29 WIB

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional

Berita Terbaru