Pemanfaatan finansial teknologi oleh usaha mikro mencapai Rp 140 triliun, yang merefleksikan denyut perekonomian di level mikro juga mulai menggeliat.
Dari sisi ekspor impor, komoditas ekspor utama Indonesia seperti minyak sawit dan batubara, memberikan kontribusi surplus pada neraca perdagangan Indonesia tahun 2020 sebesar US$ 21,7 miliar.
“Angka ini menunjukkan bahwa ekspor kita masih bergerak. Didukung oleh produk manufaktur seperti minyak sawit dan turunannya, batubara, logam, kertas dan produk kertas, elektronik dan perhiasan,” papar Menko Perekonomian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di samping itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, menunjukkan kepercayaan para investor pada pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi di Indonesia.
Upaya pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi, lanjut Airlangga akan dilanjutkan di tahun 2021 ini, dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 553 triliun.
Besaran alokasi anggaran tersebut mengacu pada realisasi anggaran PEN di tahun 2020 yang mencapai Rp 579 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 695 triliun.
“Artinya pemerintah melihat pemulihan ekonomi di tahun 2021 membutuhkan dukungan yang sama seperti tahun kemarin.
Baca Juga:
6 Terminal Bus Terbesar di Indonesia dengan Fasilitas Terbaik
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







