Home / Ekonomi

Kamis, 11 Februari 2021 - 11:25 WIB

Pemerintah Janji akan Atasi Kesenjangan Produksi dan Pemasaran Hortikultura

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud. /Dok. ekon.go.id

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud. /Dok. ekon.go.id

APAKABAR NEWS – Di tengah ketidakpastian perekonomian global akibat pandemi COVID-19, fundamental perekonomian Indonesia diprediksikan pulih di tahun 2021 dengan pertumbuhan di kisaran 4,5 s.d. 5,5 persen.

Sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang mengalami pertumbuhan positif di antara lima sektor terbesar di Indonesia yaitu dengan tumbuh sebesar 1,75%.

Komoditas hortikultura pada tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan tertinggi dibanding komoditas pertanian lainnya, yaitu sebesar 4,17%, dan memberikan kontribusi kepada PDB Pertanian sebesar 11,84 persen. Pertumbuhan tersebut membuktikan bahwa sektor pertanian resilien dalam masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Banyak Dokter yang Gugur, Satgas Bentuk Bidang Perlindungan Khusus untuk Nakes

Pada sisi lain, komoditas hortikultura masih sering menghadapi persoalan missmatch antara produksi dan pemasaran. Hal ini terjadi karena adanya time lag yang cukup panjang antara waktu penanaman dengan saat produk dikonsumsi. Jarang sekali ditemui petani atau sekelompok petani dapat memenuhi secara persis apa yang diinginkan oleh pasar, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Akibatnya, baik petani maupun konsumen sering menghadapi ketidakpastian pasokan dan harga.

Baca Juga:  Industri Makanan Halal dan Fesyen Muslim Jadi Primadona di Pasar Dalam Maupun Luar Negeri

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman “Pengembangan Kemitraan Closed Loop Hortikultura di Kab. Sukabumi” mengatakan, pemerintah memastikan akan terus mendukung berbagai inisiatif kolaboratif seperti inklusif closed loop yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, hingga off taker.

BACA JUGA: Adilmakmur.co.id, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar peristiwa politik, ekonomi, bisnis, dan nusantara.

“Pengembangan kemitraan closed loop hortikultura dimaksudkan untuk membangun ekosistem rantai pasok dan rantai nilai dari hulu sampai dengan hilir yang terintegrasi dan bersifat end to end model, dimana petani diajarkan budidaya sesuai good agricultural practices dengan memperhatikan pola tanam, pola panen, penanganan pasca panen hingga distribusi dan pemasaran untuk menghasilkan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Musdhalifah dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu 10 Februari 2021.

Baca Juga:  Anggota Legislator Mulyanto Minta agar Stimulus Tarif Listrik Terus Dilanjutkan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Artha Graha Sumbang Tempat untuk Isolasi bagi Pasien Covid

Ekonomi

Tugu Insurance Memberi Dukungan Asuransi Terhadap 10,000 Outlet Pertashop

Ekonomi

Para Master Kopi Estonia Terpesona Akan Citarasa Kopi Indonesia, Ini Penyebabnya

Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Ungkap Faktor Penghambat RI Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Ekonomi

Bukan Baru, Ternyata Pajak Pulsa, Voucer dan Token Listrik Selama Ini Sudah Jalan

Ekonomi

Arsjad Rasjid Trending di Twitter, Gara-gara Banjir Dukungan untuk menjadi Ketua Umum Kadin

Ekonomi

KBRI Khartoum Dorong Kerjasama Perdagangan Sektor Pertanian Indonesia-Sudan

Ekonomi

Pembangkit Kekurangan Batu Bara, PLN Harus Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik